Daihatsu Japan Open 2023 akan menjadi turnamen penutup dalam agenda BWF World Tour Series di bulan Juli 2023. Berlangsung di Yoyogi National Gymnasium, Tokyo, Jepang, turnamen level Super 750 ini akan dihelat pada 25 sampai 30 Juli 2023.
Indonesia tidak ketinggalan kirimkan sejumlah wakil setelah beberapa nama di tim utama sempat absen di turnamen sebelumnya. Ada 15 wakil dari lima sektor, berikut skuad lengkap Indonesia untuk Japan Open 2023.
1. Tunggal putra
Setelah hanya kirimkan satu wakil di Korea Open 2023, kali ini ada tiga wakil yang siap bertanding di Jepang. Selain Chico Aura Dwi Wardoyo, akan ada Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang diturunkan setelah melewatkan tiga turnamen di bulan Juli 2023 demi pemantapan persiapan.
2. Tunggal putri
Gregoria Mariska Tunjung kembali jadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang diturunkan. Bukan tanpa alasan, level turnamen di Japan Open 2023 memang hanya memungkinkan untuk mengirim Jorji. Ditambah lagi tidak ada babak kualifikasi hingga Putri KW tidak bisa masuk main draw.
3. Ganda putra
Lima wakil ganda putra siap berlaga di turnamen Super 750 kali ini. Bukan hanya Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang baru saja jadi runner up Korea Open 2023, tapi juga akan ada Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan.
4. Ganda putri
Indonesia akhirnya mengirim dua wakil untuk Japan Open 2023 setelah sebelumnya tidak ada satu pun pebulutangkis tanah air di sektor ganda putri yang diturunkan. Di Jepang, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi akan berjuang demi pencapaian terbaik.
5. Ganda campuran
Empat wakil di sektor ganda campuran akan diturunkan untuk membela Indonesia. Dua wakil datang dari Pelatnas, yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Sedangkan dari atlet profesional ada Praveen Jordan/Melari Daeva Oktavianti dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Widjaja.
Skuad lengkap Indonesia di Japan Open 2023
Tunggal putra
- Anthony Sinisuka Ginting
- Jonatan Christie
- Chico Aura Dwi Wardoyo
Tunggal putri
- Gregoria Mariska Tunjung
Ganda putra
- Fajar Alfian/M. Rian Ardianto
- Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan*
- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
- Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri
- Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan
Ganda putri
- Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi
Ganda campuran
- Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari
- Rehan Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati
- Praveen Jordan/Melari Daeva Oktavianti*
- Dejan Ferdinansyah/Gloria Widjaja*
*) atlet profesional
Baca Juga
-
Dibalik Tren Padel dan Gym: Kenapa Olahraga Sekarang Jadi Ajang Pamer Gaya Hidup?
-
Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?
-
Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
Artikel Terkait
-
Debut Perdana di Pasar Modal, Saham INET Melesat 8,19%
-
3 Fakta Unik Timnas Turkmenistan, Calon Lawan Indonesia di FIFA Match Day
-
Ditahan RANS Nusantara FC, Persebaya Gagal Raih Poin Penuh di Kandang
-
Fahry Septian Jadi Pemain Terbaik Putaran Pertama SEA V League 2023
-
Timnas Voli Putra Indonesia Juara Putaran Pertama SEA V League 2023 Usai Kalahkan Thailand
Hobi
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Mitchell Baker Langsung Hattrick, Garuda Temukan Predator Kotak Penalti
-
Hasil Piala AFF 2026: Tiga Gol Mitchell Baker Bawa Indonesia Hajar Kamboja
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
Terkini
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Ulasan The East Palace, Ketika Kutukan Masa Lalu Menghantui Takhta Kerajaan
-
Ironi Buku Preloved Mahal: Saat Nilai Ekonomi Menggeser Nilai Literasi