Setelah tampil bersinar di perhelatan Piala AFF 2020 lalu, nama seorang Pratama Arhan kian membumbung. Pemain kelahiran Blora, 21 Desember 2001 tersebut selain menjadi primadona para pencinta sepak bola nasional, juga menjadi buruan banyak klub.
Namun, dengan segala pertimbangan, pemain bernama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai tersebut pada akhirnya memberanikan diri untuk abroad ke Negeri Sakura, bermain di J2 League yang merupakan kompetisi kasta kedua liga sepak bola Jepang bersama Tokyo Verdy.
BACA JUGA: Sulit Menang di Laga Terakhir, Pelatih Tokyo Verdy Harus Mulai Lirik Arhan
Semenjak bergabung dengan klub asal Ibukota Jepang tersebut para Maret tahun 2022 lalu, sejatinya Arhan masih minim menit bermain. Namun jangan salah, kerja keras dari Arhan selama kurang lebih setahun ini lambat laun mulai menarik hati manager Tokyo Verdy dan para akhirnya mulai memberikan menit bermain kepada pemilik lemparan ke dalam maut tersebut.
Sejauh ini, berdasarkan data yang ada di laman transfermarkt.com, pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut telah mengemas tiga laga bersama Tokyo Verdy dengan total 210 menit bermain. Sebuah catatan yang pasti akan terus bertambah, mengingat keberadaan Arhan kini juga mulai diperhatikan oleh sang pelatih.
Sebelum bergabung bersama Tokyo Verdy, Pratama Arhan merupakan pemain yang bermain untuk PSIS Semarang. Perjalanannya menjadi pemain PSIS Semarang pun terbilang tak mudah, karena selain harus masuk melalui jalur seleksi, Pratama Arhan juga berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Bahkan, dalam berbagai pemberitaan, ibu Pratama Arhan yang berprofesi sebagai penjual sayur, harus bekerja ekstra keras, demi bisa membelikan sepatu bola putranya dengan harga yang paling murah sekalipun.
BACA JUGA: Kiprah 5 Timnas Benua Afrika di Ajang Piala Dunia 2022
Terlahir di Blora, Pratama Arhan yang sedari kecil menaruh minat yang tinggi pada sepak bola, memulai pendidikan sepak bolanya di SSB Terang Bangsa dan BJL Terbang. Tahun 2019, Arhan yang memberanikan diri untuk mengikuti seleksi di PSIS Semarang, terjaring dalam skuat dan bermain di level U-18 (2018) dan U-20 (2019).
Bakat besar Arhan akhirnya terakui, ketika tahun 2020 lalu, di usia yang masih belum genap 20 tahun, dirinya dipromosikan untuk masuk skuat senior PSIS, dan membuka lebar jalan kariernya di persepakbolaan nasional maupun internasional seperti saat ini.
Biodata Singkat Pratama Arhan:
Nama: Pratama Arhan Alif Rifai
Tempat, Tanggal Lahir: Blora, 21 Desember 2001.
Tinggi: 172 cm.
Posisi: Bek Kiri
Klub: Tokyo Verdy (2022-sekarang), PSIS Semarang (2018-2020)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
-
Profil Lentari Van Lorainne, Selebgram AI Pertama di Indonesia, Banyak yang Kegocek!
-
Sulit Menang di Laga Terakhir, Pelatih Tokyo Verdy Harus Mulai Lirik Arhan
-
Profil Han Ji Min, Dokter Hewan Nyentrik di Drama Korea Behind Your Touch
-
Siapa Lita Gading? Psikolog yang Semprot dokter Richard Lee dan Membela Farel Aditya
-
Profil Pelajar Pancasila serta Ciri-cirinya Secara Gamblang
Hobi
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
Terkini
-
Gaji UMR Katanya Cukup, tapi Mau Jajan dan Healing Harus Mikir Seribu Kali
-
The Weeknd Didapuk Jadi Presenter Anime of the Year di Anime Awards 2026
-
Menelusuri Jejak Pecel dalam Buku Katjang Tjina dalam Kuliner Nusantara
-
The King's Warden Jadi Film Kedua Terlaris dalam Sejarah Perfilman Korea
-
Kolaborasi dengan We Are All Trying Here, JTBC Gelar Kontes Melamun