Timnas Indonesia baru saja menelan kekalahan 0-2 atas Uzbekistan dalam babak 16 besar Asian Games 2022. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Shangcheng Sport Center China pada Kamis Sore (28/09/2023).
Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia kembali gagal lolos ke babak 8 besar dalam 3 kali edisi terakhir Asian Games.
Pada tahun 2014 saat masih di Asuh oleh Aji Santoso Timnas Indonesia takluk di babak 16 besar. Selanjutnya pada tahun 2018 saat skuad garuda berada di bawah Asuhan Luis Milla juga gagal di babak 16 besar. Begitupun dengan saat ini.
Indra Sjafri sendiri mengomentari terkait kegagalan Timnas Indonesia lolos ke babak 8 besar Asian Games kali ini.
Menurut mantan pelatih Bali United tersebut skuad garuda mudah sudah memberikan yang terbaik di pertandingan itu. Hanya saja dewi fortuna belum berpihak kepada Indonesia.
"Sejujurnya pertandingan menghadapi Uzbekistan sudah berjalan sesuai dengan game plan. Para pemain pun fokus dengan pergerakan Uzbekistan. Namun, di sepak bola itu ada yang namanya error. Error inilah yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tim lawan" ujar Indra seusai pertandingan melansir dari laman resmi PSSI pada Sabtu (29/09/2023).
Selain itu Indra Sjafri juga menyampaikan permintaan maaf untuk hasil yang masih kurang memuaskan kala bentrok dengan Uzbekistan.
"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semua pemain sudah berusaha untuk meraih pencapaian lebih dari Asian Games edisi 2018 lalu. Anak-anak telah berjuang maksimal, namun hasilnya belum sesuai dengan harapan" tambahnya lagi.
Itulah sedikit banyak hal yang disampaikan oleh Indra Sjafri setelah kekalahan menghadapi Uzbekistan. Dalam hal ini Indra Sjafri belum mampu menorehkan prestasi seperti halnya saat Sea Games beberapa waktu lalu.
Statistik selama Asian Games juga terbilang buruk. Dari 4 laga, Timnas Indonesia hanya menang sekali saat menghadapi Kyrgystan sedangkan 3 laga lainnya hanya berakhir dengan kekalahan.
Skuad garuda muda juga hanya mampu mencetak dua gol saja. Namun kebobolannya mencapai 4 gol. Penurunan peforma ini juga tidak lepas dari sejumlah pemain yang absen. Baik itu karena berkarir di luar negeri maupun karena faktor cedera. Sehingga dengan skuad pas-pasan bisa mencapai 16 besar saja sudah dirasa cukup baik sekali.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mengenal Zahaby Gholy, Striker Indonesia yang Jadi Pemain Terbaik di Piala AFF U-16
-
Hanya Penghangat Bangku Cadangan, Pratama Arhan akan Susul Asnawi ke Liga Thailand?
-
Siap Bela Timnas Indonesia, Ini Dia Sosok Mauro Zijlstra
-
Ernando Ari Akui Hampir Jadi Korban Malpraktek Dokter Gadungan Timnas
-
Kalahkan Calvin Verdonk, Segini Harga Fantastis Thom Haye Usai Bela Timnas Indonesia!
Artikel Terkait
-
Fakta Mencengangkan di Balik Kemenangan Timnas Indonesia U-17 vs Korea Selatan
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Jay Idzes Masuk Nominasi Player of The Month Serie A
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
Hobi
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
-
Piala Asia U-17 Matchday 1: Pasukan Garuda Muda Berjaya di Tengah Raihan Minor Wakil ASEAN
-
Ubisoft Tutup Studio di Leamington, Strategi Bertahan atau Tanda Krisis?
Terkini
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?
-
Sinopsis Film 'Virus', Bae Doona Terjangkit Virus yang Bikin Jatuh Cinta