Kembali mencuatnya kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso dan Wayan Mirna membuat pesohor papan atas negeri ini, Deddy Corbuzier turut menaruh atensi. Terbaru, pria yang kini sukses menjadi raja siniar Indonesia tersebut membuka argumentasi terbuka kepada para warganet.
Melalui akun Instagram resminya, @mastercorbuzier, suami dari Sabrina Chairunnisa tersebut mengunggah potongan dua video diklaim berisikan hasil otopsi terhadap jenazah Wayan Mirna. Video pertama pada unggahan tersebut secara garis besar menyimpulkan zat-zat yang ditemukan di jasad Mirna Salihin, sementara di video kedua yang berisikan pers release oleh Krishna Murti dari Polda Metro Jaya, secara garis besar memfokuskan pada kroscek dokumen hasil laboratory forensic.
"Saya mencari berbagai sumber ttg OTOPSI ini.. Dan ternyata ada beberapa bukti yang membuktikan bahwa benar dilakukan OTOPSI," tulis Deddy Corbuzier melengkapi unggahannya.
"Jadi.. Kita harus berpikir.. Apa benar Jessica tak bersalah... Atau dia seorang pemain WATAK yang luar biasa... The Drama isn't over yet," imbuhnya.
"Secara ilmu psikologi... Bisa saja Jessica memang melakukannya namun ia seorang 'PSIKOPAT' atau dia polos dan tak bersalah... Let's talk," lanjut Deddy membuka adu argumentasi online di kolom komentar.
Tentu saja unggahan dari akun Instagram Deddy Corbuzier tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Terpantau, banyak para pengguna instagram yang menuliskan pandangannya mengenai kasus yang menggemparkan masyarakat Indonesia tersebut.
Namun, dari beragam tanggapan yang muncul, tak sedikit yang salah fokus dengan data Wayan Mirna yang ditampilkan Deddy pada awal video. Pada data tersebut, terlihat tulisan tanggal lahir Wayan Mirna yang tertera adalah tahun 1998, bukan 1988.
Sontak saja hal tersebut membuat para pengguna instagram yang salfok memberikan tanggapan.
"Ini om Deddy lagi sarkas, kalau bener ga mungkin typo itu," tulis @nashasa****.
"Yakin tahun 98? Ga salah tuhh?" timpal akun @fashby_***.
"Ini cuman gua yang salah liat ato kalian sih, Surat keterangannya 1998, alm Mirna itu kelahiran 30 Maret 1988. Salah nulis tanggal lahir, gak sah!" akun @brillianfairi*** mencoba konfirmasi.
"Kalo dilihat dari video ini di awal, tahun lahir Mirnanya kok 1998. Di makam di Netflix 1988. Cek wikipedia 1988 juga. Namanya juga Salihin bukan Salimin. Ini foto awal hanya buat thumbnail apa emang bener berkas asli otopsi om Ded?" tanya akun @hafizhmiftahh****.
Sepertinya perdebatan akan berlangsung lama ya teman-teman. Ingin ikutan nimbrung dan memberikan pendapat?
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Menguji Ucapan Ayah Mirna Salihin yang Sebut Netflix Milik Orang Singapura Bernama Jessica Wong, Benarkah?
-
Sepak Terjang dr Djaja Surya Atmadja, Ahli Forensik yang Bersaksi dalam Kasus Kopi Sianida
-
Ayah Mirna Akui Hobi Mancing, Dr Djaja Ungkap Sianida Dipakai Fumigasi Kapal: Kamu Nelayan Beli, Dikasih
-
Ada Ferdy Sambo di Kasusnya, Jessica Wongso Korban Rekayasa CCTV soal Garuk Celana?
-
Edi Darmawan Akui Sembunyikan Bukti CCTV Jessica Masukkan Sianida ke Kopi Mirna, Tito Karnavian Ikut Diseret
Hobi
-
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Terkini
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar