Belakangan ini, skuat Timnas Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Tak hanya di level kelompok umur, perkembangan positif tersebut juga dialami oleh seluruh level Timnas Indonesia, termasuk skuat senior.
Tak hanya para pencinta sepak bola nasional, progress positif yang dicapai oleh anak asuh Shin Tae Yong tersebut juga mendapatkan sorotan dari legenda hidup Thailand, Teerasil Dangda. Disadur dari unggahan akun TikTok @timnasgaruda_4, penyerang yang telah mendonasikan 55 gol saat berseragam Timnas Thailand tersebut mengungkapkan 2 hal penting di balik perkembangan pesat skuat Merah Putih.
"Perkembangan Timnas Indonesia sangat cepat sekali terjadi. Mungkin, ini adalah masa keemasan sepak bola Indonesia, yang diisi oleh jajaran pemain terbaik dan dipandu oleh pelatih hebat di belakangnya," ungkap Teerasil seperti dikutip dari unggahan akun TikTok tersebut.
Dari apa yang dilontarkannya, penyerang yang telah mencatatkan 118caps bersama skuat Gajah Perang tersebut menggarisbawahi 2 hal mendasar di balik perkembangan positif Timnas Indonesia. Hal pertama adalah para pemain terbaik yang menghuni skuat, dan yang kedua adalah pelatih hebat yang meracik strategi untuk mereka.
Sejatinya, apa yang telah dinyatakan oleh Teerasil bukanlah sebuah hal yang mengada-ada. Para pemain yang kini menghuni skuat Garuda senior, merupakan deretan pemain berkualitas yang dipanggil karena kapasitas yang mereka miliki.
Selain didominasi oleh para pemain muda berbakat, skuat Garuda saat ini juga berhiaskan para pemain naturalisasi berkelas seperti Elkan Baggott, Sandy Walsh dan Jordi Amat. Kolaborasi para pemain keturunan dan lokal yang begitu menyatu, menciptakan permainan berkelas yang sudah ditunjukkan oleh Timnas Indonesia di berbagai pertandingan.
Faktor kedua yang disoroti oleh Teerasil adalah pelatih hebat yang berada dalam diri Shin Tae Yong. Harus diakui, meskipun hingga saat ini masih kering gelar, namun kedatangan pelatih asal Korea Selatan tersebut telah merubah wajah permainan Timnas Indonesia.
Strategi penuh kejutan yang sering diterapkannya bersama skuat Garuda, mampu membuat Pasukan Merah Putih mengimbangi bahkan mempermalukan negara-negara yang selama ini menjadi momok bagi mereka. Bahkan, coach STY mampu meloloskan timnas Indonesia senior ke putaran final Piala Asia meskipun bertanding di kandang lawan. Sebuah prestasi yang tentu saja tak bisa dianggap remeh.
Kira-kira, setuju atau tidak nih dengan pendapatnya Teerasil Dangda?
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Ucapkan Terima Kasih ke Wiljan Pluim, Pemain Berlabel Timnas Indonesia Ini Digoda Menyusul
-
Erick Thohir Bantah Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun
-
Bocorkan Status Kontrak Barunya, Shin Tae-yong dapat Lampu Hijau Bertahan di Timnas Indonesia sampai Kapan?
-
3 Negara Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Hampir Sama Kuat Seperti Argentina
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui