Beberapa waktu yang lalu sempat heboh mengenai polemik antara dua artis papan atas, yakni Jefri Nicho dan El Rumi. Bahkan, El Rumi yang merupakan anak dari musisi sekaligus politikus secara resmi menantang Jefri Nichol untuk adu tinju dalam sebuah event. Melansir dari kanal berita suara.com, tantangan tersebut diterima oleh Jefri Nichol dan laga tersebut akan digelar pada bulan November 2023 nanti.
Olahraga tinju memang dikenal cukup sering dilakukan oleh para kaum pria, meskipun kaum hawa juga diperbolehkan melakukan olahraga adu pukul tersebut. Meskipun cukup menyehatkan, namun olahraga ini juga cukup rentan akan cedera yang dapat menghampiri sewaktu-waktu. Bahkan, beberapa cedera yang bisa diterima tergolong berbahaya. Berikut 3 cedera yang dapat menghampiri para petinju dan atlet tinju dikutip dari laman Halodoc.com.
1. Gegar Otak
Menurut Association of Neurological Surgeons, sebagian besar atlet tinju pasti pernah mengalami kondisi gegar otak saat menekuni olahraga ini. Mulai dari gegar otak ringan hingga berat menajadi salah satu risiko yang harus diterima oleh para praktisi tinju manapun. Hal ini dikarenakan kepala umumnya menjadi area yang seringkali mendapatkan benturan saat melakukan tinju.
Gegar otak bisa menjadi berbahaya dan mengancam nyawa apabila sudah dalam kondisi gegar otak berat yang berujung kritis. Bahkan, gegar otak ringan juga dapat kemungkinan menimbulkan efek samping jangka panjang bagi para petinju tersebut dikemudian hari. Hal inilah yang membuat para petinju seringkali melindungi area kepala dengan pelindung kepala atau teknik menghindar.
2. Cedera Otot
Tinju tergolong sebagai olahraga intensitas tinggi yang memerlukan gerak otot secara konstan. Para petinju umumnya akan melatih beberapa bagian otot di daerah leher, lengan dan kakinya guna mendukung aktivitas saat bertinju. Hal inilah yang bisa menjadi kemungkinan terjadinya cedera otot pada bagian-bagian tersebut. Belum lagi risiko yang dapat terjadi saat bertanding di beberapa bagian seperti otot dada dan perut akibat pukulan lawan.
3. Retak atau Patah Tulang
Retak atau patah tulang juga seringkali menjadi cedera yang bisa dialami dan ditakuti oleh para petinju. Gerakan intensitas tinggi pada bagian kaki dan tangan dapat membuat kondisi sendi dan tulang bergerak maksimal. Hal ini dapat menimbulkan risiko cedera sendi dan sebagainya. Selain itu, menerima hantaman di sekitar tengkorak, ataupun tulang di sekitar badan seperti tulang dada atau tulang rusuk juga dapat menyebabkan retak atau tulang patah. Apabila seorang petinju mengalami patah atau retak tulang, umumnya mereka akan menepi guna menyembuhkan cedera tersebut.
Nah, itulah beberapa risiko cedera yang dapat terjadi kepada para praktisi tinju atau atlet tinju. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
Artikel Terkait
-
Penting Diperhatikan! Berikut Cara Isoman bagi Penderita Cacar Monyet
-
Daftar Tempat Olahraga Favorit Keluarga di Pekanbaru, Mau Tahu?
-
Kekuatan Makna Lirik Lagu BTS bagi ARMY, Pesan Penting untuk Mencintai Diri Sendiri
-
7 Cara Terbaik untuk Mempertahankan Kesehatan Tubuh Jelang Musim Hujan
-
Ulasan Novel Pantomime: Kisah Atlanta yang Putus Asa dan Asteria yang Bertahan
Hobi
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
-
Optimis! Fabio Quartararo Yakin Honda Bisa Bangkit di Era MotoGP 2027
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
Terkini
-
Tugas Guru Itu Mengajar, Bukan Menjadi Petugas Pemeriksa MBG
-
Masjid Baiturrahman Alasmalang, Dirawat Seperlunya Tanpa Ubah Wajah Lama
-
Mode Survival Rakyat: Ayah Antre BBM, Ibu Cari Sembako, Anak Keracunan MBG
-
Review Drama Start-Up: Drakor Lama dengan Pelajaran yang Tak Pernah Usang
-
Menelisik Pameran 'On Equal Grounds": Saat Hierarki di Dunia Seni Diruntuhkan