Timnas Indonesia U-17 sukses mengamankan satu poin dari Ekuador di laga perdana babak grup Piala Dunia U-17. Bertarung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Pasukan Garuda Muda menahan imbang raksasa sepak bola Amerika Latin tersebut dengan skor 1-1.
Menyadur laman match report fifa.com, gol bagi kubu tuan rumah Indonesia diciptakan oleh Arkhan Kaka pada menit ke 22, sementara gol penyama wakil Amerika Selatan tersebut diciptakan pada menit ke-26 pertandingan berjalan.
Meskipun sukses menahan imbang Ekuador, namun ternyata laga yang dilakoni oleh Timnas Indonesia U-17 tersebut menyisakan sebuah permasalahan besar.
Penyakit lama timnas Indonesia yang berkenaan dengan masalah fisik pemain, kembali terlihat jelas pada pertandingan tersebut.
Pada babak pertama, anak asuh Bima Sakti tersebut bermain dengan cukup baik dan konstan dalam memberikan tekanan maupun menjaga pertahanan.
Namun sayangnya, ketika memasuki babak kedua pertandingan berjalan, penggawa Merah Putih satu per satu mulai bertumbangan.
Tercatat, nama-nama seperti Ikram Al Ghiffari, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Andre Pangestu mulai bertumbangan ketika pertandingan memasuki menit ke-60.
Tensi pertandingan yang tinggi dan harus bermain di bawah tekanan para pemain Ekuador, benar-benar membuat fisik dan stamina pemain Timnas U-17 terkuras.
Bahkan dalam sebuah momen, Ji Da Bin hampir saja membuat blunder ketika dirinya dengan sukses memberikan umpan cuma-cuma kepada pemain lawan karena sudah tak kuat lagi untuk memainkan bola karena stamina yang mulai habis.
Hal ini tentu berbeda dengan level Timnas Indonesia yang ditangani oleh coach Shin Tae Yong. Semenjak hadir menangani skuat Garuda, pelatih asal Korea Selatan tersebut memang concern untuk membenahi fisik serta stamina para pemain.
Tujuannya jelas, agar para pemain Skuat Garuda bisa bermain penuh selama 90 menit dan memberikan perlawanan yang konstan terhadap musuh-musuh mereka. Hal tersebut jelas sangat perlu untuk dilakukan mengingat faktor stamina menjadi hal yang sangat urgen dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Karena jika tidak, maka kejadian-kejadian yang berpotensi mendatangkan blunder pasti akan kerap tercipta seperti halnya yang terjadi di laga antara Timnas Indonesia U-17 melawan Ekuador.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Bima Sakti Akui Fisik Pemain Timnas Indonesia U-17 Kedodoran Saat Hadapi Ekuador, Banyak yang Tumbang
-
Arkhan Kaka Persembahkan Gol Bersejarah di Piala Dunia U-17 untuk Sang Ibu
-
Brasil Siap Tempur Hadapi Iran di Laga Perdana Grup C Piala Dunia U-17 2023
-
Piala Dunia U-17: Satu Poin Timnas Indonesia Cukup untuk Membungkam Suara Miring
-
Pelatih Senegal Akui Buta Kekuatan Argentina
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya