Penampilan impresif seorang Arkhan Kaka Putra Purwanto membuat beberapa pemandu bakat dari luar negeri kepincut. Diakui oleh Purwanto, sang ayah, Arkhan Kaka sejatinya telah mendapatkan tawaran untuk bermain di luar negeri. Namun hal tersebut sementara di-pending karena sang putra tengah fokus di gelaran Piala Dunia.
Tak hanya klub-klub luar negeri, akun pemandu bakat internasional @FTalentScout pun mengangkat profil seorang Arkhan Kaka dan membrandingnya sebagai seorang pemain yang memiliki bakat besar.
Melalui akun X @FTalentScout, sang empunya akun menuliskan dua hal mengenai Arkhan Kaka. Pertama, Kaka merupakan harapan besar bagi persepakbolaan Indonesia, dan yang kedua adalah Kaka adalah bakat terbesar di persepakbolaan Indonesia selain Marselino Ferdinan.
Lantas, apa sih kelebihan dan keunggulan seorang Arkhan Kaka di mata para pemandu bakat dunia?
Jika kita melihat data yang ada di laman footballtalentscout.net (15/08/2023), pemain kelahiran 2 September 2007 tersebut setidaknya memiliki empat keunggulan utama, yakni pace (kelajuan), finishing, pergerakan tanpa bola, dan keberanian.
Keempat hal tersebut merupakan keistimewaan yang dimiliki oleh Arkhan, selain link-up-play, heading, dribbling, teknik, atletis dan daya juang. Keunggulan-keunggulan tersebut memang seringkali diperlihatkan oleh Arkhan Kaka, setidaknya dalam dua kali pertandingan di pentas Piala Dunia U-17 baru-baru ini.
Meskipun memiliki banyak sekali keunggulan, laman footballtalentscout tersebut dinilai memerlukan setidaknya dua pengembangan skill bermainnya.
Pertama, meskipun dirinya memiliki skill yang lengkap sebagai seorang striker, namun Arkhan masih harus bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas teknik, atribut fisik, dan kemampuan melepaskan tembakan dengan kaki lemahnya.
Selain itu, Arkhan Kaka juga harus beradaptasi untuk bisa bermain dalam tempo yang lebih cepat dan mengurangi kesalahan-kesalahan ketika melakukan sentuhan pertama yang kadang masih kurang lengket.
Selebihnya, footballtalentscout menilai, atribut seorang striker berkelas dunia sudah ada di dalam diri Arkhan Kaka seperti pintar mencari ruang, bisa ditempatkan sebagai petarung tunggal, pergerakan yang efektif hingga membuat pengawalnya terkelabuhi, dan banyak lagi atribut lainnya.
Dengan modal yang bisa dikatakan "lebih-lebih" seperti itu di usianya yang masih 16 tahun, kita berharap semoga Arkhan Kaka bisa mencapai top level permainannya di atas rata-rata pemain Timnas Indonesia lainnya ya!
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Kebobolan 19 Gol dari Dua Pertandingan, Timnas Kaledonia Baru Akui memang Tim Gurem di Piala Dunia U-17 2023
-
Hasil Piala Dunia U-17 2023: Senegal Libas Polandia 4-1, Idrissa Gueye Cetak Hat-trick
-
Meski Ada Kebocoran, Lini Belakang Timnas Indonesia U-17 Layak Diapresiasi
-
Bikin Merinding! Ini Ucapan Bima Sakti untuk Bangkitkan Mental Timnas U-17
-
Jelang Duel, Elkan Baggott Tak Gentar dengan Tubuh Besar Pemain Irak
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan
-
Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan
-
Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?
-
Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!
-
The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat