Meskipun harus mengakhiri langkahnya di gelaran Piala Dunia U-17 di rumah sendiri, namun para pemain skuat Garuda Dunia tetaplah memiliki kesempatan besar untuk berkembang. Justinus Lhaksana, pemerhati senior persepakbolaan Indonesia menilai, anak-anak muda itu masih memiliki kans untuk menjadi pemain besar di masa depan.
Namun sayangnya, pria yang akrab disapa dengan panggilan Coach Justin atau Kochi tersebut menilai, hanya ada satu pemain yang benar-benar memiliki prospek bagus kedepannya.
"Tapi untuk gue, hanya satu yang menurut gue bisa jadi pemain top, yaitu Iqbal (Gwijangge)," beber coach Justin sepertimana menyadur unggahan video dari akun TikTok hsnlfqr alias Opini Seputar Sepak Bola.
Menurut Kochi, gaya main Iqbal yang tenang dan penuh dengan perhitungan membuat sang pemain memiliki modal yang cukup untuk bisa menjadi pemain top di masa mendatang.
Bahkan, dalam kesempatan tersebut, Kochi juga memberikan pesan khusus untuk Iqbal agar dirinya bisa mencapai peak performancenya sebagai pemain besar di masa mendatang.
"Semoga, lu (Iqbal Gwijangge) jangan terlalu banyak main sosmed, semoga tidak jatuh ke alkohol dan narkoba, judi dan perempuan jangan juga, fokus ke karier lu, karena kalo lu bener-bener berkorban untuk karier lu, lu bisa punya karier yang bagus," pesan Kochi untuk pemain kelahiran 29 Agustus 2006 tersebut.
Memang, selama ini Kochi dikenal sebagai pengamat sepak bola yang cukup fair dalam memberikan komentar. Termasuk untuk seorang Iqbal yang tampil cukup baik di lini pertahanan Timnas Indonesia U-17.
Dari tiga laga yang dijalani oleh Pasukan Muda Merah Putih, Iqbal menjadi sosok yang tak tergantikan di lini belakang tim asuhan Bima Sakti tersebut.
Penampilannya saat melawan Ekuador, Panama dan Maroko pun cukup membuat para pencinta sepak bola nasional optimis pemain ini akan menjadi masa depan Timnas Indonesia.
Namun sayangnya, meskipun tampil baik saat membela Timnas Indonesia U-17, namun pemain ini belum mendapatkan kesempatan untuk membela klubnya, PS Barito Putera.
Disadur dari laman transfermarkt, Iqbal yang bergabung ke klub asal Kalimantan Selatan itu pada 24 Oktober 2022 lalu, belum mendapatkan menit bermain dari sang manager.
Bahkan, laman transfermarkt juga mencatat, Iqbal saat ini diplot untuk memperkuat Barito Putera U-20 sebelum nantinya diproyeksikan ke tim senior. Semoga saja Iqbal selalu bekerja keras demi bisa menghuni skuat utama, sekaligus membuktikan kebenaran perkataan Kochi.
Baca Juga
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Artikel Terkait
-
Timnas U-17 Terlalu Banyak Show-off, Coach Justin: Ini yang Bikin Gue Gedek
-
Timnas U-17 Gagal, Sebuah Bukti Nyata Persepakbolaan Kita Belum Level Dunia
-
3 Fakta Timnas Indonesia Tersingkir di Fase Grup Piala Dunia U-17, Tak Terlalu Buruk untuk Bermain di Kelas Dunia
-
Daftar 7 Negara Tersingkir di Fase Grup dan Gagal Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia U-17, Selain Timnas Indonesia
-
Dibantai Irak, Timnas Indonesia Malah Dapat Pujian Publik Vietnam karena Aksi Shayne Pattynama
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Tumbang Lagi, Pelatih Korea Selatan Buka Suara soal Rumor Keracunan Makanan
Terkini
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis