Sebuah unggahan yang penuh dengan misteri dituliskan oleh ketua umum PSSI, Erick Thohir. Melalui akun Instagram resminya @erickthohir pada 16 Desember 2023, mantan presiden klub Inter Milan tersebut memberikan pernyataan bahwa dirinya tengah menunggu dua pemain keturunan Indonesia, yakni Thom Haye dan Maarten Paes.
Menurut salah satu menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut, kedua pemain tersebut kemungkinan besar akan segera merapat, menyusul Ragnar Oratmangoen yang sudah mulai melakukan proses perpindahan kewarganegaraan.
Lantas, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa pentingkan bagi Timnas Indonesia untuk melakukan proses naturalisasi seorang Thom Haye? Adakah hal positif yang bakal diberikan oleh pemain tersebut?
Jika muncul pertanyaan tersebut, maka jawaban yang jelas adalah, kehadiran Thom Haye akan memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia, baik itu secara tim maupun secara individu antar pemain Timnas.
Jika melihat kondisi Timnas Indonesia saat ini, sjeatinya pasukan Merah Putih masih membutuhkan stok pemain kreatif dan visioner di sektor tengah permainan.
Memang jika kita menyadur data dari laman transfermarkt.com (16/12/2023), di skuat Indonesia sudah ada nama seperti Ricky Kambuaya, Marc Klok, Marselino Ferdinan, Ivar Jenner atau bahkan Arkhan Fikri.
Namun perlu diingat, di pertandingan-pertandingan yang berjalan, terkadang para pemain tersebut tampil under perform sehingga membutuhkan opsi pergantian pemain yang sepadan.
Dengan pengalaman Haye yang sudah malang melintang di pentas persepakbolaan kasta tertinggi Liga Belanda selama bertahun-tahun, tentu pengalaman bertandingnya akan sangat membantu skuat.
Terlebih Thom Haye memiliki dua hal yang jarang dimiliki pemain Indonesia, yakni kelihaian saat mengeksekusi tendangan bebas, serta tembakan jarak jauh dengan akurasi yang cukup baik, sehingga bisa membantu tim jika mengalami deadlock membongkar pertahanan lawan.
Kepetingan kedua dari kehadiran Thom Haye ke Timnas adalah proses transfer ilmu kepada para junior. Ingat, di posisi yang ditempati oleh Haye saat ini terdapat tiga pemain dengan usia belia, yakni Marselino Ferdinan, Arkhan Fikri, dan Ivar Jenner.
Dengan kehadiran pemain berusia 28 tahun ke dalam skuat, tiga pemain muda di tubuh Timnas Indonesia tersebut tentu bisa mendapatkan banyak ilmu bermanfaat dari Thom Haye, yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi Pasukan Merah Putih di masa mendatang.
Jadi, jika ada yang menanyakan apakah penting Thom Haye dinaturalisasi, tentu jawabannya adalah cukup penting!
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Syukurlah Ernando Hanya Cedera Ringan, Jadi STY Tak Perlu Pusingkan Sektor Kiper
-
Putra Shin Tae-yong Liburan di Indonesia, Aktivitasnya Curi Perhatian
-
5 Fakta Feni Nugraha, Anggota Geng Cendol Kepercayaan Erick Thohir
-
Jordi Amat Bantu Johor Darul Ta'zim Pesta 8 Gol di Liga Super Malaysia
-
Kevin Diks Sedang Menuju Jakarta, Kode Proses Naturalisasi untuk Membela Timnas Indonesia?
Hobi
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
Terkini
-
MBG dan Argumen yang Terus Bergeser: Sebenarnya Apa yang Mau Diselesaikan?
-
Reminders of Him Tayang 10 November, Adaptasi Novel Colleen Hoover
-
Ulasan Buku The Comfort Book: Menemukan Ketenangan di Tengah Sulitnya Hidup
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?