Beberapa waktu lalu, koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali membuat sebuah pemberitaan yang tak benar terkait keberadaan Jordi Amat. Kala itu, Akmal menyatakan bahwa Jordi Amat belum bisa bergabung pemusatan latihan Timnas Indonesia di Antalya Turkiye karena sang pemain lebih mementingkan liburan daripada memenuhi panggilan coach STY.
Pembedaan perlakuan STY terhadap Jordi Amat dan para pemain lainnya lah yang akhirnya disorot oleh Akmal Marhali. Meskipun pada akhirnya pihak PSSI, Kemenpora hingga JDT membantah Jordi liburan dan menjelaskan dirinya tengah terapi cedera lutut, namun Akmal bergeming dan tak sudi untuk meminta maaf.
Setelah beberapa waktu, pria berkacamata yang juga dikenal sebagai salah satu pentolan barisan local pride tersebut angkat suara. Menyadur informasi yang diunggah oleh akun TikTok bebaspodcastid pada 7 Januari 2024, Akmal membeberkan alasannya mengapa dia tak mau meminta maaf karena telah menyebarkan berita hoax tersebut.
Pada intinya, di mata Akmal Timnas Indonesia memiliki ahli terapi yang mumpuni, sehingga Jordi Amat seharusnya langsung bisa bergabung dan melakoni terapi sembari menjalankan program-program pemusatan latihan.
"Saya tuh agak kecewa kalau kemudian dianggap Jordi Amat terapi," ujar Akmal kepada Arya Sinulingga.
"Kita punya fisioterapi di Timnas, Bang. Ya kan kalau mau terapi, Timnas kan langsung aja bergabung dengan Timnas," lanjutnya.
"Fisioterapi itu beda dengan masseure, beda dengan dukun bang. Fisioterapi dari kutub utara sampai kutub selatan, ilmunya sama. Jadi, siapapun fisioterapisnya, mau orang bule, mau orang Spanyol, orang Indonesia, semuanya sama maintenance-nya untuk menangani sebuah cedera," terang Akmal.
Berbekal keyakinan seperti itu, Akmal pada akhirnya tak mau untuk mengucapkan permintaan maaf meskipun dirinya beberapa waktu lalu melontarkan pernyataan yang mengundang kontroversi di kalangan para pencinta sepak bola nasional.
Padahal, yang dipermasalahkan bukanlah siapa terapisnya, namun pernyataan Akmal yang memberikan berita palsu, di mana dirinya menuding Jordi Amat lebih memilih untuk menjalankan liburan daripada bergabung dengan Timnas Indonesia.
Sepertinya perlu kita lihat bersama, sampai sejauh mana nantinya Akmal akan terus mengkritik Timnas Indonesia dan para pemain keturunan yang membela skuat Garuda.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Ironisme Skuat Final FIFA Series 2026: Saat Pemain Paling Menjanjikan Harus Ternafikan
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
Artikel Terkait
-
Jelang Laga Uji Coba Menghadapi Iran, Timnas Indonesia Fokus Asah Taktik
-
Shin Tae-yong Wajib Bereskan 2 Masalah Ini di Timnas Indonesia Sebelum Tampil di Piala Asia 2023
-
Perbandingan Harga Pasar Timnas Indonesia vs Iran, Skuad Garuda Kalah Jauh
-
Totalitas! Shin Tae-yong Ternyata Sakit saat Pimpin TC Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023
-
Arkhan Fikri Tetap Dibawa ke Qatar Meski Telah Dicoret, Apa yang Ada di Pikiran STY?
Hobi
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
Terkini
-
Standar Sosial dan Keterbatasan: Benarkah Uang Membatasi Cara Kita Bahagia?
-
Kebrutalan Era Dinasti Joseon 1506 di Novel A Crane Among Wolves
-
Review Dear X: Senyum Manis Seorang Aktris dengan Sisi Gelap Mematikan
-
Review Novel Kami (Bukan) Fakir Asmara: Tutorial Jadi Badut Hubungan yang Tetap Elegan
-
Ulasan Novel Kerumunan Terakhir, Pudarnya Batas Realitas Kehidupan