Timnas Indonesia harus menelan kekalahan usai ditaklukkan Jepang dengan skor akhir 3-1 di laga terakhir grup D pada Rabu (24/01/2024) kemarin. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), dengan hasil ini, skuad garuda menempati posisi ke-3 di grup D dan berada di posisi ke-4 dari 4 tim yang berpeluang lolos ke babak 16 besar melalui jalur peringkat ke-3 terbaik. Skuad asuhan Shin Tae-yong harus menunggu laga antara Jordania vs. Bahrain dan Oman vs. Kyrgistan untuk memastikan lolos tidaknya ke babak 16 besar.
Dalam laga kontra Jepang yang berlangsung semalam, skuad garuda memainkan sepakbola bertahan yang memang cukup lumrah dilakukan oleh tim-tim yang lebih lemah ketika menghadapi tim yang jauh lebih kuat. Salah satu pemain yang diturunkan oleh Shin Tae-yong saat hadapi Jepang kemarin adalah Justin Hubner.
Pemain asal klub Wolverhampton Wanderers di liga Inggris tersebut bermain bersama Jordi Amat sebagai duo bek tengah di lini pertahanan timnas Indonesia. Penampilan pemain berusia 20 tahun tersebut juga dirasa cukup baik sepanjang laga kendati membuat 1 gol bunuh diri di menit ke-88 usai salah mengantisipasi bola umpan dari pemain Jepang.
Namun, terlepas dari gol bunuh diri yang dicetak oleh mantan pemain timnas Belanda U-20 tersebut, Justin Hubner menunjukkan performa gemilangnya saat menjadi pilar pertahanan ketika menghadapi Jepang. Beberapa kali dirinya sukses menghalau bola tepat di momen krusial, khususnya di babak pertama yang kerap kali lini serang Jepang menggempur pertahanan timnas Indonesia.
Peluang Justin Hubner Bermain di Piala Asia U-23
Gemilangnya performa Justin Hubner sepanjang gelaran Piala Asia 2023 yang digelar di Qatar tahun ini, membuat dirinya kemungkinan besar juga akan diproyeksikan untuk dibawah oleh Shin Tae-yong ke ajang Piala Asia U-23 yang digelar di Qatar pada April 2024 nanti. Namun, tentunya peluang pemain Wolves tersebut untuk kembali dibawa oleh Shin Tae-yong juga belum pasti terjadi.
Pasalnya, turnamen kelompok umur seperti Piala Asia U-23 tidak termasuk ke dalam kalender FIFA dan kemungkinan besar tim-tim luar negeri tidak semudah itu mengizinkan Justin pemainnya untuk berlaga di kompetisi antar-negara di luar kalender FIFA. Namun, peluang dipanggilnya Justin Hubner guna memperkuat skuad garuda di Piala Asia U-23. Belum lagi target yang ingin dicapai adalah lolos ke Olimpiade Paris 2024 yang syaratnya harus mencapai babak semifinal di Piala Asia U-23.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
-
Piala Asia 2023: Bung Ropan Soroti Shin Tae-yong yang Tak Pasang Shayne Pattynama
-
Piala Asia 2023: Performa Ernando Ari di Fase Grup Layak Mendapatkan Pujian
-
Kalah, Shin Tae-yong Fokus Pulihkan Kondisi Mental Pemain Timnas Indonesia
-
Detik-detik Blunder Jordi Amat Hingga Timnas Indonesia Babak Belur Melawan Jepang di Piala Asia 2023
-
Piala Asia 2023: Wasit Singapura Ikut Andil Berikan Penalti ke Jepang saat Lawan Timnas Indonesia
Hobi
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan