Jelang hadapi Australia di babak 16 besar pada akhir pekan ini, timnas Indonesia tengah sibuk melakukan persiapan jelang bersua negara tetangga kita di belahan selatan tersebut.
Dilansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), laga antara Indonesia kontra Australia akan berlangsung pada Minggu (28/1/2024) di Jassim bin Hamad Stadium, Al-Rayyan, Qatar.
Timnas Indonesia yang sudah mencapai target lolos ke babak 16 besar di ajang Piala Asia edisi kali ini tentunya diharapkan mampu tampil lepas dan memberikan permainan terbaiknya saat menghadapi tim berjuluk “The Socceroos” tersebut.
Meskipun sudah memenuhi target yang diberikan oleh PSSI, tentunya masyarakat Indonesia berharap timnas Indonesia mampu melangkah lebih jauh lagi di ajang Piala Asia edisi kali ini.
Skuad Garuda Wajib Benahi Permasalahan di Lini Belakang
Jelang laga kontra Australia akhir pekan ini, tentunya Shin Tae-yong selaku pelatih timnas Indonesia harus menemukan strategi jitu dalam menahan gempuran para pemain Australia yang dikenal memiliki psotur yang cukup tinggi.
Dilansir dari akun Twitter @aseanball, timnas Australia memiliki rata-rata tinggi pemain 182,38 cm, hal ini sejatinya tidak terpaut terlalu jauh dari timnas Indonesia yang memiliki tinggi rata-rata pemain 179,69 cm.
Namun, problem utama di timnas Indonesia saat ini adalah rapuhnya lini belakang dalam 3 pertandingan terakhir. Beberapa kali bek-bek timnas Indonesia sering kali melakukan pelanggaran ataupun blunder yang bisa merugikan tim.
Salah satu contohnya adalah saat laga lawan Jepang kemarin. Jordi Amat melakukan kesalahan yang tidak perlu dengan menjatuhkan pemain Jepang di kotak pinalti.
Selain itu, beberapa kesalahan elementer seperti salah umpan dan salah koordinasi di lini belakang juga masih kerap kali dilakukan oleh para pemain timnas Indonesia, khususnya saat laga memasuki babak kedua atau ketika mendapatkan tekanan dari lini depan lawan.
Apabila hal ini terjadi saat jumpa Australia atau tim-tim lain, dikhawatirkan justru mampu dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol ke gawang timnas Indonesia.
Sejatinya skema 3 bek tengah sejajar yang kerap kali digunakan oleh Shin Tae-yong dalam beberapa laga timnas memang cukup ampuh meredam serangan dari kubu lawan.
Akan tetapi, skema ini juga memiliki kelemahan apabila tidak memiliki chemistry yang cukup baik dan sering melakukan salah umpan.
Semoga dalam laga Indonesia vs Australia di babak 16 besar nanti timnas Indonesia mampu meminimalisir kesalahan di lini belakang tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
Artikel Terkait
-
Piala Asia 2023: Jumpa Australia, Shin Tae-yong Wajib Perhatikan Hal Ini
-
Ada Peran Argentina dalam Keberhasilan Timnas Indonesia ke 16 Besar Piala Asia 2023, Kok Bisa?
-
Statistik Timnas Australia di Piala Asia 2023, Indonesia Patut Waspada!
-
Lolos 16 Besar, Timnas Indonesia Diminta Lanjutkan Kejutan di Piala Asia 2023
-
Belum Ikhlas, Kapten Vietnam Ingin Balas Dendam ke Timnas Indonesia
Hobi
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
Terkini
-
Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit
-
Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya
-
Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End
-
Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan
-
Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri