Selama menjadi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong selama ini dikenal sebagai pelatih yang memiliki segudang strategi. Selain seringkali menggunakan pakem permainan yang tak mudah untuk ditebak oleh sang lawan, pelatih berdarah Korea Selatan tersebut juga kerap kali memasang pemain bukan di posisi aslinya.
Salah satu pemain yang sering ditempatkan di luar posisi naturalnya saat berada di Timnas Indonesia adalah Sandy Walsh. Mengacu pada match report yang berada di laman transfermarkt.com, Sandy Walsh tercatat dua kali dimainkan di posisi center back, yakni pada pertandingan melawan Vietnam di fase penyisihan grup, dan melawan Australia di babak 16 besar gelaran.
Uniknya, strategi yang dimainkan oleh coach Shin terhadap Sandy Walsh di timnas Indonesia, ternyata juga ditiru oleh pelatih KV Mechelen di Liga Belgia. Klub yang bermain di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Belgia tersebut kedapatan memainkan Sandy Walsh di posisi center back, sama seperti yang dia perankan saat berjumpa Vietnam dan Australia di Piala Asia lalu.
Menyadur unggahan akun TikTok mangkulangittt pada 2 Februari 2024, pada pertandingan melawan Anderlecht yang merupakan raksasa Liga Belgia, Sandy Walsh dimainkan di posisi bek tengah, dalam formasi tiga center back yang dikembangkan oleh pelatih Hasi Besnik.
Menyadur match report di laman transfermarkt.com, pada pertandingan yang dilangsungkan pada 1 Februari 2024 tersebut, Hasi Besnik memainkan formasi yang nyaris sama dengan apa yang dimainkan oleh coach Shin, yakni 3-4-3 fleksibel ke 3-4-2-1 saat menyerang dan 5-4-1 ketika bertahan.
Tak hanya itu, Hasi Besnik juga memainkan Sandy Walsh sebagai tiga bek sejajar di lini pertahanan, berkolaborasi dengan Ellias Cobbaut dan David Bates.
Formasi ini tentu saja mengingatkan kepada formasi milih STY di Timnas Indonesia, di mana coach Shin juga menggunakan formasi tersebut, serta memasang Sandy Walsh yang memiliki posisi asli di full back kanan sebagai bek tengah yang fokus menjaga pertahanan Pasukan Merah Putih.
Entah disengaja atau tidak, namun yang jelas, pemilihan formasi, fleksibilitas formasi, hingga penempatan posisi Sandy Walsh di laga KV Mechelen melawan Anderlecht lalu, sangat identik dengan apa yang diterapkan oleh coach Shin bersama Timnas Indonesia.
Lantas, apakah ini bukti kejeniusan seorang STY sehingga pelatih Besnic menduplikasi gaya permainan yang dia kembangkan? Bisa jadi demikian!
Baca Juga
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Artikel Terkait
-
55 Ribu Orang Tanda Tangan Petisi "Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong"
-
Pernah Jadi Korban Penipuan Dokter Gadungan, PSSI Bersyukur Elwizan Amudin Ditangkap Polisi
-
Panas! Shin Tae-yong Unfollow Instagram Erick Thohir, Tanda Kontrak Tak Diperpanjang di Timnas Indonesia?
-
Ternyata Ada Peran Timnas Indonesia di Balik Lolosnya Jepang ke Perempat Final Piala Asia 2023
-
Sandy Walsh dan Shayne Pattynama Langsung Jadi Musuh di Liga Belgia, KAS Eupen dan KV Mechelen Bentrok
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong