Semenjak kehadiran seorang Erick Thohir, federasi sepak bola Indonesia mulai berbenah. Selain pembenahan besar-besaran di tubuh PSSI, Erick Thohir juga menyasar pada pembenahan total pada ekosistem persepakbolaan nasional seperti gelaran liga, wasit dan lain sebagainya.
Namun sayangnya, semua usaha yang dilakukan oleh Erick Thohir masih belum sepenuhnya mampu membawa perubahan signifikan pada persepakbolaan Indonesia. Hal inilah yang mendapatkan sorotan dari pemerhati sepak bola nasional, Tio Nugroho.
Pria yang kerap menjadi komentator pertandingan ataupun sportcaster di berbagai stasiun televisi nasional tersebut menilai, Erick Thohir masih perlu untuk melakukan satu hal yang mungkin selama ini belum terpikirkan.
Melalui instastorynya di akun instagram t10nugroho pada 1 Februari 2024, praktisi senior di dunia olah raga Indonesia tersebut menilai, Erick Thohir perlu melakukan potong generasi pengurus PSSI. Hal ini dinilai penting oleh Tio Nugroho, karena pengurus yang "berumur" cenderung memiliki banyak kepentingan saat mendapatkan jabatan.
"Coach STY datang, berani potong generasi, resiko besar, rela membangun dari awal, fokus program diaspora dan hasilnya timnas jadi bagus (progres jelas terlihat), tim muda, kuat untuk masa depan," tulisnya.
"Sepertinya, pad ET (Erick Thohir) harus berani potong generasi pengurus, dan kasih kesempatan yang muda untuk urus sepak bola. Karena pada kenyataannya yang tua memang banyak uang, tetapi lebih banyak politiknya dibanding sepakbolanya. Capek manuver cara lama terus tapi sebenarnya tidak ada sesuatu yang baru. Makanya sepak bola gini-gini aja," imbuh pria yang akrab disapa dengan nama Bung Tio tersebut.
Jika dipikir-pikir, memang benar sih apa yang dilontarkan oleh Bung Tio Nugroho ini. Pasalnya, jika kita melihat kinerja bapak-bapak pengurus PSSI saat ini, hanya ada beberapa saja yang kelihatan kerjanya.
Sisanya, lebih sering tak kelihatan atau bahkan tak diketahui tupoksi mereka apa. Gebrakan-gebrakan yang muncul ke permukaan, hanya terlihat dari pengurus yang itu-itu saja. Selebihnya, tak ada yang membuat terobosan baru yang diharapkan bisa membuat PSSI menjadi sebuah federasi yang bisa dibanggakan oleh rakyat Indonesia.
Mungkin suatu saat, Erick Thohir perlu melakukan potong generasi pengurus di tubuh PSSI, dan mengisinya dengan mereka yang benar-benar paham dengan sepak bola, bukan seperti yang saat ini ada di organisasi. Ya, kali saja bisa membuat PSSI melesat tinggi seperti Timnas Indonesia yang dipotong generasi oleh STY.
Berani atau tidak nih pak ET?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan