Gelaran Piala Asia 2023 kembali menjadi panggung kegarangan Timnas Qatar di level persepakbolaan benua. Meskipun baru muncul sebagai kekuatan baru persepakbolaan di benua ini dalam beberapa tahun terakhir, namun Qatar benar-benar membuat para pencinta sepak bola berdecak kagum.
Pasalnya, secara beruntun, negara yang terletak di jazirah Arab tersebut sukses menembus partai final gelaran dalam dua edisi beruntun.
Sebelumnya, Qatar untuk kali pertama menembus babak final Piala Asia di edisi 2019 lalu dan sukses menyudahi kampanye mereka dengan menjadi kampiun gelaran.
Kali ini, untuk kali kedua di turnamen yang sama, Qatar kembali sukses menggapai final keduanya, dan berpotensi untuk mencatatkan back-to-back juara Piala Asia.
Sebuah prestasi yang tentunya sangat mengagumkan, mengingat mereka baru bertransfromasi menjadi kekuatan sepak bola benua ini tak lebih dari lima tahun belakangan ini.
Namun ternyata, di balik kesuksesan yang belakangan ini diraih oleh The Maroons, terselip sebuah fakta yang mungkin saja bisa membuat barisan local pride di Indonesia kelimpungan.
Menyadur unggahan akun TikTok garudapedia pada 8 Februari 2024, saat ini setidaknya terdapat 12 nama pemain Timnas Qatar yang sama sekali tak memiliki darah Qatar.
Iya, 12 pemain tersebut adalah pemain naturalisasi murni, bukan keturunan dan sama sekali tak memiliki darah asli Qatar. Tak main-main, di antara mereka, terdapat dua nama yang turut menjadi kunci kebangkitan Timnas Qatar beberapa tahun belakangan ini seperti Akram Afif dan Almoez Ali.
Bahkan, keduanya juga menjadi pahlawan kemenangan 3-2 Qatar atas Iran sang raksasa Asia di babak semifinal Piala Asia edisi terakhir.
Menurut sumber yang ada di laman transfermarkt.com, Almoez Ali adalah pemain yang memiliki darah Sudan dan lahir di Khartoum. Sementara Akram Afif, meskipun dirinya lahir di Doha ibukota Qatar, namun sejatinya dirinya murni berdarah Tanzania.
Ah, untung saja ini adalah Timnas Qatar, jika saja ini adalah Timnas Indonesia, sudah pasti para barisan local pride akan menyerang habis-habisan Timnas ini.
Eh, seharusnya kan mereka bisa berkaca juga dari Timnas Qatar ini kan? Negara sekelas Qatar saja masih menggunakan jasa pemain naturalisasi tak berdarah asli Qatar, kenapa sekelas Indonesia dipermasalahkan?
Daftar 12 Pemain Qatar yang Tak Memiliki Darah Asli Qatar:
- Salah Zakaria (GK)
- Meshaal Bersham (GK)
- Pedro Miguel (DF)
- Lucas Mendes (DF)
- Bassam Al Raqi (DF)
- Ahmed Fatehi (DF)
- Boualem Khoukhi (MF)
- Ali Assadalla (MF)
- Mohammed Waad (MF)
- Akram Afif (MF)
- Ahmed Alaaeldin (FW)
- Almoez Ali (FW)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
Artikel Terkait
-
Sudah Latih Lebih dari 3 Tahun tapi STY Belum Berikan Gelar? Simak Penjelasan Eks Timnas Indonesia Ini
-
Daftar Pemain Naturalisasi yang Kurang Hoki, Belum Pernah Masuk Timnas Indonesia
-
Masa Depan Cerah Sepak Bola Indonesia, 3 Bintang Muda Siap Menggebrak Eropa
-
3 Pemain Timnas Indonesia Diprediksi Bisa Diincar Tim Besar Eropa Usai Piala Asia 2023
-
Ada Shin Tae-yong, Ini 3 Pelatih yang Bisa Gantikan Jurgen Klinsmann di Timnas Korea Selatan
Hobi
-
Patah Tulang di Lapangan! Aksi Brutal Pemain Qatar Bikin Publik Dunia Murka
-
Hong Myung-Bo Mundur setelah Gagal Piala Dunia, Presiden Nilai 'Tak Kompeten'
-
Gagal di Piala Dunia, Mengapa Pelatih Selalu Jadi Tumbal Pertama?
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Berani Teken Kontrak 4 Tahun, Pecco Bagnaia Percaya dengan Proyek Aprilia
Terkini
-
Review Film 'Obsession': Terlalu Cinta Berubah Malapetaka
-
Identik dengan Nobar, Piala Dunia 2026 Tak Nikmat Jika Ditonton Sendirian?
-
Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
-
Tragedi Tebet: Ketika Fasilitas Publik Berubah Menjadi Kuburan bagi Balita Tak Berdosa
-
Generasi Z dan Krisis Fokus: Benarkah Media Sosial Penyebab Utamanya?