Setelah VFF memutus kontrak Philippe Troussier sebagai pelatih timnas Vietnam, spekulasi di public Vietnam pun berkembang. Banyak pihak mengharapkan Park Hang-seo kembali lagi menangani Vietnam. Mereka yakin bahwa pelatih satu ini adalah satu-satunya ‘obat’ bagi Vietnam.
Namun alih-alih yakin dengan harapan ini, soha.vn justru meragukan harapan itu.
“Kini jika pelatih Park Hang-seo kembali ke timnas Vietnam, tugas utama ke depan adalah Piala AFF di akhir tahun 2024. Masih ada tim Thailand yang sangat kuat di bawah asuhan pelatih Matasada Ishii dan tim Indonesia janji yang lebih kuat dari Tuan Shin Tae-yong,” tulis soha.vn, Rabu (27/3/2024).
Penyebutan nama Thailand sendiri dikaitkan dengan keberadaan negara inilah yang menjadi salah satu penyebab mundurnya Park Hang-seo dari kursi kepelatihan timnas Vietnam. Saat itu Park Hang-seo kalah dari Thailand di 2 episode terakhir.
Memang di tangan Park Hang-seo Vietnam bertabur prestasi. Tercatat di dalamnya 1 gelar Piala AFF, 2 medali emas SEA Games, runner up Piala Asia U-23 dan lolos Kualifikasi Pertama Piala Dunia wilayah Asia.
Namun ke depan tantangan terhadap sepak bola Vietnam lebih besar. Hal ini ditandai dengan bangkitnya kekuatan Thailand dan Indonesia belakangan ini. Dipastikan mereka akan memberikan tekanan yang kuat pada Vietnam yang tengah dalam keterpurukan.
“Belum ada jaminan pelatih Park Hang-seo dan timnas Vietnam sukses di Piala AFF akhir tahun ini, namun resikonya dibandingkan turnamen sebelumnya dikhawatirkan akan semakin besar,” lanjut soha.vn.
Kenyataan inilah yang kini terpampang di depan timnas Vietnam. Dalam ajang Piala Asia 2023, optimisme yang mereka bawa berbuah kekalahan tragis. Vietnam tidak pernah menuai kemenangan sama sekali, walaupun sempat merepotkan Jepang.
Ironisnya, Indonesialah yang menggusur Vietnam dari persaingan di Piala Asia 2023. Sementara itu, Thailand salah satu pesaing Vietnam mampu tembus ke babak 8 besar.
Pesatnya perkembangan para rival ditambah kondisi psikologis para pemain Vietnam yang belum bisa menerima kenyataan, menjadi ramuan yang tidak baik bagi mereka sendiri. Mengharapkan Park Hang-seo menjadi obat bagi semua itu, adalah sesuatu yang berat. Dan apakah Park Hang-seo berminat, itu pun masih menjadi misteri.
Baca Juga
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
Artikel Terkait
-
Berbeda dengan Laga Pertama, di Leg Kedua Ini Timnas Indonesia Bermain Lebih Efektif
-
Meski Dadakan, Ernando Ari Buktikan Dirinya Memang Layak Jadi Kiper Nomor 1 Timnas Indonesia
-
Barisan Abroad Timnas Indonesia Langsung Cabut Usai Pesta Gol di Kandang Vietnam, Tak Balik ke Tanah Air Lagi
-
Di Bawah STY, Timnas Indonesia Menang Away Lagi di Kualifikasi Piala Dunia Setelah 23 Tahun
-
Jalani Debut Gemilang, Ragnar Oratmangoen Tepis Spekulasi Banyak Pihak
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?