Ajang Spain Masters 2024 sebagai rangkaian Tur Eropa BWF berakhir tadi malam, Minggu (31/3/2024). Sebuah pencapaian gemilang bagi cabang bulutangkis Indonesia. Pasalnya, Indonesia mampu menempatkan 3 wakil di 3 nomor berbeda. Hasilnya, 2 nomor berhasil mempersembahkan gelar.
Ajang Spain Masters 2024 digelar sejak 26-31 Maret 2024. Ajang yang menjadi seri terakhir event BWF bulan Maret ini digelar di Centro Deportivo Municipal Gallur, Madrid, Spanyol. Namun sesuai dengan level turnamen super 300, ajang ini tidak banyak disesaki para pebulutangkis top dunia.
Situasi semacam ini membuat setiap negara mengirimkan skuad pelapisnya, termasuk Indonesia. Dalam skuad yang dikirim, tidak ada nama Jonatan Christie, Anthony Ginting, maupun Fajar/Rian. Indonesia tampil dengan kekuatan pelapisnya.
Hingga babak semifinal, raihan para pebulutangkis muda ini luar biasa. Enam wakil Indonesia mampu tembus babak semifinal. Dan ketika pertandingan berjalang, tersisa 3 wakil Indonesia di babak final. Mereka adalah Ana/Tiwi, Sabar Karyaman/Reza Pahlevi, dan Rinov Pitha.
Dalam partai final Spain Masters 2024, Minggu (31/2/2024), hasil menggembirakan dicapai Rinov/Pitha. Gelar yang diraih tadi malam menjadi hiburan setelah gagal meraih gelar di Orleans Masters 2024 seminggu sebelumnya.
Kemenangan Rinov/Pitha atas Cheng Xing/Zhang Chi (China) berlangsung dalam 3 gim. Rinov/Pitha mampu melakukan comeback gemilang setelah kalah di gim pertama. Skor yang tercipta adalah17-21, 21-12, dan 21-13.
Kemenangan kedua dipersembahkan oleh Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. Permainan apik keduanya memaksa ganda putra Malaysia, Junaidi Arif/Roy King Yap harus gigit jari.
Sabar Karyaman/Reza Pahlevi sempat kehilangan gim kedua. Namun mereka mampu menutup gim ketiga dengan skor tipis 21-19. Sama seperti Rinov/Pitha, gelar ini menjadi hiburan setelah kegagalan mereka di babak final Orleans Masters 2024.
Nasib kurang beruntung dialami Ana/Tiwi, ganda putri pelapis Indonesia. Pasangan ini ditundukkan pasangan Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.
Sempat unggul di gim pertama, namun di gim kedua Ana/Tiwi kehilangan fokus. Mereka menyerah di angka 8-21. Dan di gim ketiga situasi ini tidak banyak berubah, Ana/Tiwi menyerah di angka 16-21. Sehingga mereka harus puas duduk sebagai runner up.
Dua gelar ini menjadi capaian prestisius PBSI di edisi Maret ini. Sebab selain gelar di Spain Masters 2024, PBSI juga meraih hasil mengagumkan di All England 2024, Swiss Open 2024, dan Orleans Masters 2024.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
Artikel Terkait
-
Jika Park Hang-seo Kembali Tangani Vietnam, Sebuah Pertanda Buruk bagi Timnas Indonesia?
-
Profil Calvin Verdonk, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Baru dari Belanda, Garis Keturunannya Unik
-
Rilis Pemain untuk Gelaran Piala Asia U-23, Shin Tae-yong Sertakan 5 Penggawa Abroad
-
Panggil 27 Nama untuk Piala Asia U-23, STY Bangun Kerangka Tim dari Penggawa Sea Games?
-
3 Pemain Naturalisasi Dipanggil Shin Tae-yong Perkuat Timnas Indonesia di Piala Asia U-23
Hobi
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
3 Tantangan yang akan Dihadapi Marc Marquez di MotoGP Amerika 2026
-
Jadwal F1 GP Jepang 2026: 3 Tim akan Tampil dengan Desain Mobil Istimewa
-
Resmi Diperkenalkan! Inilah Sosok Maple, Zavu, dan Clutch yang Akan Meriahkan Piala Dunia 2026
Terkini
-
Rilis Teaser Trailer, Serial Harry Potter Segera Tayang Natal 2026
-
Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Bukan Sekadar Mobil Listrik: Xiaomi SU7 Ultra Jadi Monster Sirkuit dengan Rekor Gila
-
Ulasan Novel Dawuk, Melawan Prasangka dan Stigma Buruk di Masyarakat