Performa gemilang yang ditunjukkan timnas Indonesia, khususnya timnas Indonesia U-23 di ajang Piala Asia U-23 2024 ternyata menarik banyak media luar negeri untuk membahas kemajuan sepakbola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu media asal Australia, yakni The Asian Game juga menyoroti kebangkitan sepakbola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, media asal negara tetangga Indonesia tersebut juga menyebut bahwa timnas Indonesia merupakan “Raksasa Asia” yang telah bangkit dari tidurnya.
Hal ini tentunya berdasarkan performa timnas Indonesia baik di kelompok umur maupun di level senior dalam beberapa tahun terakhir.
“Apakah kita sedang menyaksikan kebangkitan raksasa Asia yang tertidur?. Premis artikel ini ditulis secara berkala selama beberapa dekade terakhir. Selama itulah Indonesia disebut-sebut sebagai raksasa sepak bola Asia yang sedang tertidur,” tulis laporan media The Asian Game, dikutip dari laman Suara.com pada Kamis (25/04/2024).
Dalam artikel tersebut juga memuji bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat besar dan memiliki minat terhadap sepakbola yang cukup besar pula.
Bahkan, sedikit negara di Asia yang memiliki fans sepakbola yang cukup fanatik seperti yang ada di Indonesia. Namun, hal ini di sisi lain juga memiliki makna negatif dengan banyaknya jumlah fans yang harus meninggal karena tim sepakbolanya di Indonesia.
“Hanya sedikit negara di Asia yang memiliki minat yang sama terhadap olahraga ini seperti Indonesia, sesuatu yang terkadang menjadi penyebab kejatuhan negara ini, dengan jumlah kematian fans yang sangat tinggi selama beberapa dekade terakhir,” tulis laporan The Asian Game.
Indonesia Dianggap Akan Menjadi Raksasa Asia Tenggara Bila Lebih Bersatu
Lebin lanjut lagi, dalam sebuah Podcast di media The Asian Game beberapa waktu lalu juga menyebut bahwa timnas Indonesia akan benar-benar menjadi raksasa sepakbola Asia, khususnya Asia tenggara apabila mampu lebih bersatu.
Bahkan, apabila hal ini bisa terjadi di masa depan, bukan tak mungkin timnas Indonesia tidak akan tersentuh di kawasan Asia tenggara.
“Apabila mereka benar-benar bisa bertindak bersama, maka tidak ada orang lain di Asia Tenggara yang bisa menandingi mereka. Maksud saya, mereka bahkan tidak dekat. Karena mereka memiliki semangat yang sangat dalam, kedalaman bakat, dan ini hanya terjadi di dalam negeri saja. Apalagi menjangkau komunitas luar negeri,” tulis pernyataan dalam podcast The Asian Game.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Mantan Penyerang Timnas Indonesia Beri Prediksi Skuad Garuda Mampu Kalahkan Korea Selatan
-
Belum Pernah Kebobolan di Piala Asia U-23 2024, STY Sudah Persiapkan Cara Bongkar Pertahanan Gerendel Korsel
-
Poster Pejabat Nobar Timnas Indonesia U-23 Bikin Geli Publik: Kampanye Terselubung?
-
Pantas Saja Cantik Banget, Istri Shin Tae-yong Dulunya Bekerja di Stasiun TV Terkenal Korea
-
Tinggal Selangkah Lagi, STY Bakal Realisasikan Target Pribadi yang Dijanjikannya
Hobi
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terkini
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda
-
Realme C100 Bisa Tahan Seharian Lebih, Ada Faktor Lain di Balik 8000 mAh