Federasi sepakbola Irak pada beberapa waktu lalu telah mengirimkan perwakilan ke Jakarta jelang laga lanjutan grup F ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang direncanakan digelar pada bulan Juni 2024 nanti. Melansir dari akun instagram @indotimnas, tim utusan federasi sepakbola Irak tersebut memiliki tugas untuk berkoordinasi dengan PSSI guna persiapan kedatangan skuad berjuluk “The Lions of Babylon” tersebut di Jakarta.
Perwakilan timnas Irak bahkan juga dirumorkan akan mendatangkan juru masak sendiri untuk mengakomodir nutrisi dari para pemain selama berada di Indonesia nanti. Tim juru masak pribadi tersebut didatangkan karena para punggawa timnas Irak dikhawatirkan tidak terlalu cocok dengan menu makanan khas Asia timur dan tenggara yang lazim dihidangkan di Indonesia. Selain itu, perwakilan timnas Irak juga dikabarkan akan berkoordinasi dengan PSSI untuk menentukan lokasi menginap dan latihan selama berada di Jakarta.
“Sumber tersebut menyebutkan bahwa delegasi Irak telah memilih hotel untuk Irak. Hotel itu sangat dekat dengan tempat latihan dan stadion untuk menghindari keterlambatan atau hal lain yang bisa menyebabkan kelalahan. Selain itu, Irak juga disebutkan bakal membawa koki ke Jakarta karena khawatir para pemain, tim pelatih, dan ofisial tim tidak cocok dengan jenis makanan oriental atau Asia Timur,” tulis laporan dalam unggahan akun instagram @indotimnas.
Timnas Irak Tidak Anggap Remeh Laga Kontra Indonesia
Langkah yang dilakukan oleh timnas Irak jelang laga kontra Indonesia di Jakarta dianggap sebagai tindakan untuk melancarkan target poin sempurna yang ingin diraih oleh pelatih timnas Irak, Jesus Casas. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), kendati timnas Irak sudah memastikan diri lolos ke babak round 3 ajang kualifikasi Piala Dunia 2026, timnas Irak dirumorkan akan menargetkan 2 laga sisa di babak grup F nanti. Namun, timnas Irak dalam laga kontra Indonesia yang berlangsung pada 6 Juni 2024 mendatang dirumorkan akan menurunkan skuad pelapis.
Meskipun dikabarkan akan menurunkan skuad pelapis, skuad garuda tidak boleh meremehkan timnas Irak saat berjumpa di Jakarta. Timnas Irak sendiri memiliki head-to-head pertemuan lebih baik saat hadapi Indonesia dalam 2 laga terakhi dengan meraih kemenangan. Di sisi lain, skuad garuda perlu meraih minimal 2 poin atau 3 poin guna memastikan diri lolos ke babak round 3 menemani Irak.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Timnas Sering Dicurangi, Erick Thohir: Mental Mereka Akan Semakin Kuat
-
Yakob dan Yance Sayuri Latihan Mandiri di Pantai Jelang Bela Timnas Indonesia, Banjir Sanjungan Netizen
-
Media Korea Selatan Sebut Kesuksesan Shin Tae-yong Setara dengan Guus Hiddink
-
2 Kemenangan Atas Irak dan Filipina Bisa Derek Shin Tae-yong Makin Dekat dengan Target Barunya, Apa Itu?
-
Hitung-hitungan Potensi Timnas Indonesia Bakal Tampil di Olimpiade 2024 Paris Jika Israel Dicoret
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
Hair Mist Terbaik untuk Hilangkan Bau Apek pada Rambut, Ini 5 Produknya!
-
Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026
-
Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis