Bagi seorang pesepakbola yang sudah berlabel tim nasional, tentunya jumlah caps atau penampilan bagi tim nasional pastinya akan lebih sedikit dibandingkan jumlah penampilan di level klub. Hal ini cukup wajar mengingat seorang pemain berlevel tim nasional pastinya memiliki jam bermain reguler yang cukup baik bersama klubnya sehingga bisa memperkuat tim nasional. Namun, sepertinya hal ini tidak berlaku bagi bek kiri timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pemain yang baru saja mencatatkan debutnya bersama klub asal Korea Selatan, Suwon FC tersebut ternyata memiliki perbandingan jumlah bermain untuk klub dan tim nasional yang cukup timpang. Bahkan, jumlah tersebut sangat diluar nalar seorang pemain berlabel tim nasional pada umumnya.
Bersama timnas Indonesia, pemain berusia 22 tahun ini telah mencatatkan 43 penampilan bersama timnas senior dan telah mencetak 3 gol. Tentu jumlah tersebut cukup wajar mengingat dirinya dalam 4 tahun terakhir hampir tak tergantikan di sektor bek kiri timnas Indonesia. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah bermainnya di klub sejauh ini, tentunya akan menemukan sebuah fakta menarik sekaligus unik.
Pratama Arhan yang telah membela 3 tim berbeda hanya memiliki jumlah penampilan atau caps sebanyak 12 pertandingan. Jumlah pertandingan tersebut sebagian besar didapatkannya saat masih membela PSIS Semarang dengan total 9 laga. Lalu, bersama klub Jepang, Tokyo Verdy selama 2 musim dirinya mencatatka 2 kali penampilan dan 1 kali penampilan bersama klub Korea Selatan Suwon FC.
Ironisnya, laga debutnya bersama Suwon FC saat menghadapi Jeju United pada Minggu (26/05/2024) kemarin berlangsung pahit. Melansir dari media asal Korea Selatan, Chosun, Pratama Arhan yang masuk di menit ke-72 harus diganjar kartu merah di menit ke-76. Hal ini membuatnya hanya mencatatkan 4 menit bermain di laga debutnya. Lebih parahnya lagi, Suwon FC dalam laga tersebut juga menderita kekalahan 0-1 dari Jeju United.
Masalah Adaptasi Masih Jadi Hal Mendasar Bagi Pratama Arhan
Banyak pihak yang berspekulasi masalah adaptasi masih menjadi permasalahan dari mantan wakil kapten timnas U-23 tersebut. Banyak pihak yang menyebut level liga Jepang dan Korea masih terlalu tinggi baginya. Hal inilah yang membuatnya masih kalah bersaing dengan pemain-pemain lainnya. Selain itu, dirinya juga disebut belum terlalu pandai beradaptasi di liga-liga Asia timur yang memiliki kultur berbeda dengan liga di Asia tenggara.
Melihat hal tersebut, banyak pihak yang menyarankan agar Pratama Arhan terlebih dahulu bermain di liga yang berada di bawah level liga Jepang maupu Korea Selatan. Beberapa liga seperti Liga Filipina, Liga Thailand, Liga Singapura maupun Liga Malaysia juga direkomendasikan sebagai tempat berkarir selanjutnya bagi pemain jebolan akademi PSIS Semarang tersebut. Namun, tentunya diharapkan dirinya segera mendapatkan kepercayaan pelatih agar mampu tampil baik secara reguler di klub.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Sandy Walsh Tiba di Jakarta, Warganet Meradang dengan Kelakuan Dua Wanita Ini, PSSI Kena Semprot
-
Bukan Shin Tae-yong, tapi Justru Pelatih Argentina yang Bungkam Argumen Barisan Local Pride
-
Ungkapan Kekecewaan Pelatih Suwon FC soal Debut Horor Pratama Arhan
-
2 Fakta Menarik Pertemuan Timnas Indonesia dengan Lawan-lawan di Grup B ASEAN Cup 2024
-
Wawancara Khusus Kurniawan Dwi Yulianto: Dari Magelang, Como 1907 dan Promosi Serie A
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim
-
Mitos Sekolah Gratis: Menelusuri Labirin Biaya di Balik SPP Nol Rupiah
-
Era Baru Smartphone: 5 HP 2026 dengan Daya Tahan 3 Hari dan Performa Ngebut