Kabar yang kurang begitu baik kembali datang dari persiapan timnas Indonesia jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Irak dan Filipina. Melansir dari akun tiktok @mangkulangitttt, dua pemain timnas Indonesia, yakni Yance Sayuri dan Nathan Tjoe-A-On diketahui mengalami cedera saat sesi latihan perdana timnas Indonesia pada Selasa (28/05/2024) kemarin.
Kedua pemain tersebut sejatinya mengikuti sesi latihan fisik pada Selasa sore kemarin. Namun, keduanya terlihat mengalami kesakita di area paha bagian atas dan harus mendapatkan penanganan dari tim medis timnas Indonesi. Bahkan, bek asal klub PSM Makassar, Yance Sayuri terlihat harus dibantu berjalan oleh tim medis ke pinggir lapangan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Yance, sehat-sehat kanda,” tulis akun tiktok @mangkulangitttt.
Sontak, hal ini menjadi sorotan bagi sebagian netizen di dunia maya. Banyak yang memberikan komentar mengenai kualitas lapangan yang digunakan oleh timnas Indonesia saat melakukan latihan fisik kemarin. Perlu diketahui, timnas Indonesia menggelar latihan perdana di lapangan ABC Senayan, Jakarta. Diketahui timnas Indonesia melakukan latihan fisik di lapangan B yang terlihat memiliki kondisi yang kurang begitu baik.
“salfok sm lapangan,” tulis komentar akun @ian*****
“masalah nya ada di rumput rumput nya jelek banget. banyak tambalan semoga cepat pulih lagi kaka Yance dan Nathan semoga tidak cidera serius,” tulis komentar akun @zonk*****
“semoga para pemain sehat dan untuk yg cidera smoga cepat pulih kmblii,” tulis komentar akun @iva*****.
“knp gak latihan di JIS aja bagus lapangannya,” tulis komentar akun @chani*****.
Shin Tae-yong Minta Keamanan Pemain Diperketat
Di sisi lain, meningkatnya animo masyarakat terhadap timnas Indonesia ternyata tak selamanya berlangsung positif. Melansir dari akun instagram @arsiptimnas, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong meminta agar pengamanan skuad garuda lebih diperketat agar para pemain tidak terganggu dengan animo masyarakat yang tinggi. Hal ini tentunya guna menjaga kondusifitas dan persiapan pemain jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.
“Perihal ini [memperketat keamanan di hotel] memang saya yang meminta kepada pihak PSSI. Apalagi saat kita berangkat latihan, terkadang di hotel pemain merasa terganggu untuk beristirahat,” ujar Shin Tae-yong.
Sepertinya memang dalam persiapan kualifikasi Piala Dunia 2026 kali ini, timnas Indonesi justru mendapatkan tantangan dari para oknum fans yang sedikit kelewat batas. Semoga para fans dapat mengerti kondisi ini dan tidak menganggu ruang privasi bagi para pemain.
Tag
Baca Juga
-
Dirumorkan ke Liga Indonesia, Karier Ragnar Oratmangoen Diprediksi Menurun?
-
Timnas U-17 Lakoni Uji Coba Lawan Cina, Siapa Pantas Jadi Pelatih?
-
Eksodus Pemain Diaspora ke Liga Indonesia, Pengamat Ini Beri Kritik Tajam!
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Gabung Persija Jakarta, Mauro Zijlstra Berpeluang Main di AFF Cup 2026!
Artikel Terkait
-
Keunikan Skuad Timnas Indonesia U-20 Asuhan Indra Sjafri, Banyak Nama Pesepakbola Top Legendaris Eropa
-
Berhasil Pecundangi Singapura 5-1, tapi Hal Itu Bukanlah Tolok Ukur Kekuatan Timnas Wanita Indonesia Sesungguhnya
-
Timnas Indonesia Pakai Pemain Lapis Kedua di ASEAN Cup 2024 Tergantung Erick Thohir
Hobi
-
Panduan Lengkap Bermain Padel untuk Pemula: Peralatan dan Teknik Dasar
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
-
Minim Menit Bermain di Eropa, Marselino Harus Berani Membuat Keputusan Besar Demi Kariernya!
-
Dirumorkan ke Liga Indonesia, Karier Ragnar Oratmangoen Diprediksi Menurun?
Terkini
-
Xiaomi Pad 8 Siap Meluncur di Pasar Global, Usung Chipset Kencang Snapdragon 8s Gen 4
-
4 Brightening Sleeping Mask Alcohol-Free untuk Kulit Cerah Tanpa Iritasi
-
Cara Mengaktifkan 2FA: Langkah Mudah Lindungi Akun Media Sosial dari Peretas
-
Seni Meraih Doktor Berasa Healing di Eropa: Sebuah Perjalanan yang Menginspirasi
-
Sinopsis Can This Love Be Translated?: Saat Bahasa Kalbu Lebih Sulit dari Bahasa Asing