Belakangan ini, kabar mengenai Elkan Baggott yang tak mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia tengah menjadi bahasan santer para pencinta Timnas Indonesia.
Bagaimana tidak, Elkan yang selalu mendapatkan kesempatan bergabung di Timnas semenjak memilih untuk menjadi WNI, tiba-tiba saja hilang dari daftar panggil.
Meskipun belum mendapatkan konfirmasi resmi terkait alasan tidak dipanggilnya Elkan oleh STY, namun santer beredar jika hal tersebut berkaitan dengan tindakan Elkan yang tak mengindahkan pemanggilan ke Timnas U-23 jelang laga play off Olimpiade Paris 2024 lalu.
Hal ini tentu menjadi sebuah hal yang cukup mengkhawatirkan, mengingat para pemain yang sempat mengabaikan pemanggilan Timnas Indonesia, mengalami penurunan karier yang cukup signifikan.
Setidaknya, ada 3 pemain yang telah merasakan tuah seorang STY hingga sejauh ini. Siapa sajakah mereka? Mari kita bahas!
Sejatinya, Rifad adalah pemain andalan di Timnas Indonesia kelompok umur. Dirinya pun pernah mendapatkan kepercayaan dari STY untuk memperkuat Timnas senior saat Indonesia akan bersua dengan Taiwan di play off Piala Asia 2023 pada bulan September 2021 lalu.
Namun sayangnya, Rifad kala itu datang terlambat dan tak bisa menyampaikan alasan yang jelas sehingga dirinya pun langsung dicoret oleh STY. Saat ini, Rifad tergabung dengan klub Arema FC. Namun sayangnya, dirinya tak menjadi pilihan utama di Tim Singo Edan.
Melansir laman transfermarkt, di musim ini Rifad hanya mendapatkan 15 kali kesempatan bermain, dan total menyelesaikan 716 menit pertandingan saja.
2. Osvaldo Haay
Nasib lebih tragis dialami oleh top skorer SEA Games 2019, Osvaldo Haay. Sama halnya dengan Rifad, Osvaldo juga mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia saat persiapan melakoni play off melawan Taiwan.
Namun sayangnya, Osvaldo tak menampakkan batang hidungnya, sehingga membuat coach Shin tanpa pikir panjang langsung mencoret namanya. Pasca tak mendapatkan tempat di Timnas Indonesia, karir Osvaldo pun mengalami penurunan tajam.
Setelah sempat merasakan tanpa klub, Osvaldo akhirnya berlabuh ke Bhayangkara FC, dan ironisnya, dirinya hanya bermain 5 kali saja di musim ini.
Setelah menjadi pemain bintang beberapa waktu, Ramai Rumakiek akhirnya terdepak dari Timnas Indonesia karena permasalahan indisipliner.
Pada 2021 lalu, Rumakiek sejatinya menjadi salah satu pemain yang dipanggil ke Timnas U-23 proyeksi SEA Games, namun dirina tak kunjung hadir sehingga akhirnya dicoret oleh STY.
Setelah kejadian pencoretan tersebut, Ramai Rumakiek pun kembali ke Persipura Jayapura. Namun sayangnya, melansir laman transfermarkt, Rumakiek musim ini hanya bermain sebanyak 14 kali saja bagi klub asal Pulau Papua tersebut.
Itulah deretan pemain yang mengalami penurunan karir signifikan pasca mengabaikan panggilan Timnas Indonesia. Semoga saja Elkan Baggott tak terkena tuah dari STY karena permasalahan ini, dan bisa kembali memperkuat Pasukan Merah Putih ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
Artikel Terkait
-
Soal Dikaitkan Bela Indonesia, Emil Audero: Saya Bisa Saja Ajukan Jadi WNI, tetapi...
-
Harga Pasar Calvin Verdonk Naik Drastis Usai Ikut Latihan di Timnas Indonesia
-
2 Fakta Menarik Ousmane Maiket Camara, Pemain Keturunan Guinea yang Ngebet Berseragam Timnas Indonesia
-
Media Vietnam Kompor, Sebut Elkan Baggott Bakal Putus Hubungan dengan Timnas Indonesia
-
Di Atas Kertas Ranking FIFA Lebih Lemah, Bagaimana Cara Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Tanzania?
Hobi
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
Terkini
-
5 Bedak Padat di Bawah Rp100 Ribu, Hasil Flawless dengan Blurring Effect!
-
Mencuci Piring di Tengah Duka: Belajar Ikhlas dari Aktivitas Sederhana
-
Perempuan Metropolitan: Menyusuri Rasa dalam Laki-Laki Beraroma Rempah
-
5 Rekomendasi Drakor Militer-Komedi, Terbaru The Legend of Kitchen Soldier
-
Butterflies: A Little Love Story, Kala Suka dan Luka Bersua di Satu Semesta