Timnas Indonesia melakoni laga uji coba kontra Tanzania pada Minggu (2/6/2024). Pertandingan yang digelar di Stadion Madya tersebut merupakan rangkaian agenda dari Timnas Indonesia untuk memantapkan skuat jelang pertarungan menentukan lawan Irak dan Filipina.
Pertandingan ini sendiri pada akhirnya berakhir dengan skor sama kuat, 0-0. Selama 90 menit pertandingan berjalan, kedua kesebelasan memang sukses menciptakan peluang, namun sayangnya tak ada satu pun yang berbuah menjadi gol.
Setelah melihat pertandingan ini, sepertinya kita perlu untuk mengulas perbandingan kedua kesebelasan untuk melihat alasan-alasan yang bisa saja membuat kita menjadi maklum dengan hasil imbang ini.
1. Peringkat FIFA Terkini
Perbandingan pertama yang patut untuk diketahui adalah, peringkat FIFA yang dimiliki oleh kedua kesebelasan. Dilansir dari laman fifa.com, Timnas Indonesia saat ini memiliki peringkat 134 dunia.
Peringkat ini relatif lebih rendah daripada Tanzania yang di peringkat terbaru FIFA mereka menduduki posisi 119 dunia. Dengan koefisien perhitungan nilai yang berimbang antara AFC dan CAF, maka sejatinya kekuatan yang dimiliki oleh Tanzania ini bisa dikatakan setingkat lebih tinggi levelnya daripada Timnas Indonesia.
2. Harga Total Skuat
Dilansir dari laman transfermarkt.com, harga total skuat yang dipanggil oleh coach Shin Tae-yong kali ini adalah 255,08 miliar rupiah. Jika dibandingkan dengan sang calon lawan, harga ini lebih tinggi sekitar empat kali lipat karena Tanzania tercatat memiliki harga skuat di angka 64,75 miliar rupiah saja.
3. Pemain Termahal dan Kunci Permainan
Tak hanya harga skuat, statistik Timnas Indonesia ternyata juga unggul dalam hal pemain termahal. Dilansir dari laman transfermarkt, gelandang Thom Haye tercatat memiliki harga pasaran tertinggi di skuat Indonesia dengan value mencapai 52,14 miliar rupiah.
Sementara di kubu Tanzania, pemain yang memiliki harga pasaran tertinggi adalah Simon Msuva dan Himid Mao Mkami yang memiliki nilai di angka 6,95 miliar rupiah.
Untuk pemain kunci pada pertandingan ini, Timnas Indonesia masih mengandalkan pemain-pemain langganan seperti Asnawi Mangkualam, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan serta Thom Haye yang menjadi rotor utama penyerangan Timnas.
Sementara di kubu Tanzania, nama Simon Msuva, Himid Mao Mkami dan Mohame Hussein akan menjadi tumpuan dalam menjebol gawang Indonesia nanti.
Meskipun secara harga para pemain Timnas Indonesia memiliki nilai yang lebih tinggi, namun di sisi lain, kubu Tanzania juga memiliki para pemain yang memiliki kualitas untuk bertarung melawan Thom Haye dan kolega.
Setelah melihat perbandingan skuat kedua kesebelasan, sepertinya hasil imbang yang diraih oleh kedua kesebelasan di pertandingan kali ini merupakan sebuah hasil yang fair ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Fajar/Rian Runner Up Singapore Open 2024 Usai Kalah dari Wakil China
-
Evaluasi Shin Tae-yong Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Tanzania
-
Skor Kacamata Hiasi Laga Timnas Indonesia vs Tanzania
-
Like Father Like Son: Kisah Bejo Sugiantoro dan Rahmat Irianto Juara Liga Indonesia
-
Juara Liga 1, 3 Pemain Persib Bandung yang Mungkin Bisa Dicoba Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Hobi
-
Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
Bantah Rumor Tak Akur, Marc Marquez Sebut Pecco Bagnaia Rekan yang Baik
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?