Ketua umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan pertanyaan yang cukup menghebohkan terkait liga Indonesia kedepannya. Melansir dari kanal berita ANTARA (antaranews.com), mantan CEO klub Italia, Inter Milan ini menyebut akan membenahi liga Indonesia secara terstruktur selama 1 tahun kedepan. Dirinya juga menyebut akan melakukan ‘bersih-bersih’ di lingkup liga Indonesia guna menuju liga yang berkualitas di kawasan Asia, khususnya di regional Asia tenggara.
“Untuk (transformasi) liga, satu tahun ke depan, kami akan bongkar-bongkar, kami akan bersih-bersih. Ini yang kami mau benar-benar liga ini harus ditransformasi. Sepak bola kita yang sudah luar biasa begini masa level liga kita di Asia Tenggara ranking enam di bawah Filipina, keterlaluan, liga (level) Asia kita rangking 28, keterlaluan,” ujar Erick Thohir, dikutip dari kanal berita ANTARA pada Kamis (06/06/2024).
Kemarahan Erick Thohir yang berujung pernyataan akan melakukan revolusi besar-besaran terhadap liga Indonesia tentunya diawali peringkat liga Indonesia yang dianggap cukup buruk dalam musim 2023/2024 ini. Melansir dari akun instagram @theaseanfootball, kompetisi atau liga Indonesia berada di peringkat ke-28 di kawasan Asia atau berada di peringkat ke-11 di kawasan regional timur.
Ironisnya, liga Indonesia masih berada di bawah liga-liga negara tetangga seperti Singapura dan Filipina. Hal ini tentunya menyiratkan memang kualitas timnas Indonesia yang dirasa cukup baik dalam beberapa tahun terakhir tidak diikuti oleh kualitas kompetisi lokal yang bermutu saat ini.
Kualitas Liga Indonesia Perlu Dibenahi Guna Mampu Berbicara Banyak di Level Asia
PT LIB sendiri dan PSSI memang sadar akan kualitas liga Indonesia, khususnya Liga 1 yang menjadi kasta tertinggi sepakbola profesional di Indonesia. Guna mempercepat proses revolusi tersebut, PT LIB berencana akan menambah kuota pemain asing untuk klub di Liga 1 musim depan.
Melansir dari laman resmi Liga Indonesia Baru (ligaindonesiabaru.com), klub-klub di Liga 1 akan mendapatkan kuota pemain asing sebanyak 8 pemain. Pembagian kuota tersebut adalah 6 pemain asing bebas dan 2 pemain asing berasal dari Asia. Namun, dalam setiap pertandingan hanya diperbolehkan menurunkan maksimal 6 pemain asing dalam waktu bersamaan. Selain itu, setiap klub juga wajib memainkan minimal 1 pemain U-23 selama 45 menit pada setiap pertandingan yang dijalani.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
Artikel Terkait
-
Tiba di GBK Disambut Para Menteri, Jokowi dan Kaesang Nonton Timnas Indonesia Vs Irak
-
Calvin Verdonk Bisa Tingkatkan Persaingan di Lini Bek Kiri Timnas Indonesia
-
Jay Idzes Dipuji Media Italia Usai Loloskan Klubnya Promosi ke Serie A
-
Rp 44 T, Pembelian BUMN untuk Produk UMKM Kita
-
Minta Atletik Pindah dari Stadion Madya Demi Timnas Indonesia, Erick Thohir: Saya Coba Akan Bicara dengan Pak Luhut
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!
-
Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?
-
Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!
-
Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir
-
Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah