Resminya Calvin Verdonk berstatus WNI tentunya bisa membuat pemain asal klub NEC Nijmegen tersebut membela timnas Indonesia di kemudian hari. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org) pada Rabu (05/06/2024), pemain berusia 27 tahun tersebut disebut sudah tersedia untuk membela timnas Indonesia di laga terakhir grup F ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 round 2 melawan Filipina pada 11 Juni 2024 mendatang.
Kehadiran Calvin Verdonk tentunya menjadi amunisi tambahan bagi skuad garuda yang menargetkan diri untuk lolos ke babak round 3 ajang kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, selain menjadi amunisi tambahan guna lolos ke babak round 3, hadirnya Calvin Verdonk sebagai salah satu pemain yang berkompetisi di liga Eropa tentunya kian menambah dan meningkatkan persaingan di lini bek sayap timnas Indonesia, khususnya posisi bek kiri.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, market value atau nilai pasaran dari Calvin Verdonk sendiri berada di angka 43,45 milyar rupiah. Hal ini membuat dirinya menjadi salah satu pemain termahal yang ada di skuad timnas Indonesia saat ini. Bahkan, dari deretan pemain berposisi bek kiri lainnya saat ini, dirinya menjadi yang termahal.
Bahkan, angka pasaran dari Calvin Verdonk sendiri jauh melampaui rekan senegaranya, yakni Shayne Pattynama yang hanya berada di angka 8,9 milyar rupiah. Selain itu, bek kiri lainnya, yakni Nathan Tjoe-A-On dan Pratama Arhan juga hanya berada di angka 6,8 milyar dan 4,3 milyar rupiah saat ini.
Hadirnya Calvin Verdonk Kian Memacu Persaingan di Lini Bek Sayap Kiri
Dengan hadirnya Calvin Verdonk di posisi bek sayap kiri saat ini, tercatat timnas Indonesia memiliki 5 pemain berlabel timnas Indonesia yang memiliki posisi murni di sektor bek sayap kiri. Selain Calvin Verdonk, adapula nama Shayne Pattynama, Pratama Arhan, Nathan Tjoe-A-On dan juga Edo Febriansyah yang kini tak dipanggil timnas Indonesia.
Kondisi ini tentunya memang cukup ideal bagi kedalaman timnas Indonesia, mengingat idealnya dalam tim nasional memilik 3-5 pemain dengan kualitas yang sama dalam 1 posisi. Hal tersebut tentunya dapat memacu persaingan secara sehat antar pemain guna memperebutkan setidaknya 2 posisi yang sama di tim nasional
Tentunya siapapun pemain yang tidak bisa meningkatkan performanya pastinya akan tergeser posisinya di tim nasional. Kondisi ini juga berlaku terhadap para pemain lokal maupun diaspora. Jadi, tidak heran apabila seorang nama Shayne Pattynama dan Nathan Tjoe-A-On yang notabene merupakan pemain keturunan bisa saja kalah saing dengan nama Pratama Arhan dan Edo Febriansyah.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
Artikel Terkait
-
6 Fakta Menarik Timnas Indonesia vs Irak: Garuda di Ambang Pencapaian Historis
-
Emak-emak Suporter Timnas Indonesia Padati Stadion GBK, Fans Rafael Struick Garis Keras!
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Posisinya Terancam usai Kedatangan Calvin Verdonk
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jordi Amat Nilai Para Penyerang Irak Cukup Berbahaya, Timnas Siaga 1?
-
2 Fakta Menarik Calvin Verdonk, Layak Jadi Andalan Timnas Indonesia
Hobi
-
Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik
-
Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga
-
Prediksi Derby Madrid 2026: Pembuktian Skuad Simeone Tantang Racikan Baru Jose Mourinho
-
Sprint Race MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Crash, Jorge Martin Sukses!
-
Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan
Terkini
-
Animals Tayang 9 Oktober di Netflix, Ben Affleck Terjebak Kasus Penculikan
-
Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?
-
Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif
-
Wake Me Up When September Ends
-
Tell Me What You Saw: Memburu Pembunuh Berantai Lewat Photographic Memory