Insiden yang melibatkan Max Verstappen dan Lando Norris di GP Austria 2024 kemarin sepertinya akan berdampak di kemudian hari. Pasalnya, baik Max maupun Norris tidak menyatakan permintaan maaf atau mengakui kesalahan.
Kejadian tersebut bermula saat Max Verstappen melakukan pit stop, proses yang biasanya hanya butuh waktu 1 detik tersebut memakan waktu hingga 6 detik.
Ini membuat jarak antara Max dan Norris terpangkas cukup banyak, dengan posisi yang berdekatan, dua pembalap ini pun bertarung untuk memperebutkan P1.
Norris sempat beberapa kali berupaya untuk menyalip tapi digagalkan oleh Max, puncaknya saat Norris melakukan late braking setelah melihat celah di sisi luar. Dia mencoba menyalip tapi Max tidak memberinya ruang hingga terjadi kontak.
Mobil Norris mengalami kerusakan di bagian ban belakang sebelah kanan serta sayap depan, ini menyebabkan dirinya harus mengakhiri balapan lebih awal alias gagal finis. Sementara Verstappen dihukum penalti 10 detik.
Usai balapan, dua pembalap ini saling memberi komentar terkait insiden yang mereka alami. Dalam sebuah wawancara, Max Verstappen ditanya kenapa dia tidak membiarkan Lando Norris lewat? Jika itu terjadi, maka Norris akan mendapat penalti 5 detik karena melanggar batas lintasan.
"Saya juga bisa tinggal di rumah. Saya di sini untuk menang, bukan untuk finis kedua. Saat Anda berjuang untuk menang, mengapa Anda tidak bisa berjuang dengan keras?" ungkap Verstappen, dilansir dari laman Sportskeeda pada Senin (1/7/2024).
Di sisi lain, Verstappen juga menyayangkan apa yang terjadi, dia merasa ada banyak kesalahan yang terjadi selama mereka berduel di lintasan. Mengenai hubungannya dengan Norris, Verstappen mengaku akan berbicara dengannya.
Sementara Lando Norris memberi komentar yang agak tajam, pembalap McLaren tersebut mengaku tidak melakukan kesalahan apapun yang menyebabkan insiden ini.
"Itu adalah balapan yang bebas dari kesalahan di pihak saya, dan saya merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik tetapi saya dikeluarkan dari balapan," ucap Norris, dilansir dari laman Sky Sports.
Bahkan dia tak segan untuk menghilangkan rasa hormatnya terhadap Max Verstappen, jika Max tidak mengaku bersalah.
"Jika dia (Max) mengatakan tidak melakukan kesalahan apapun, maka saya akan kehilangan banyak rasa hormat terhadapnya. Jika dia mengaku bersalah serta bersikap gegabah, maka akau akan sedikit menghormatinya," lanjutnya.
Lantas, akankah situasi panas ini akan berlanjut hingga ke seri berikutnya? Jika iya, maka dipastikan persaingan di antara keduanya untuk memperebutkan kemenangan akan semakin seru.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Red Bull Resmi Tukar Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda, Keputusan yang Tepat?
-
Bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Sebut Adiknya Sebagai Pesaing Utama
-
Performa Mentereng Marc Marquez Buat Ducati Kerap Dicurigai Pilih Kasih
-
Lando Norris dan Oscar Piastri Siap Bersaing untuk Gelar Juara Dunia 2025
Artikel Terkait
-
Red Bull Resmi Tukar Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda, Keputusan yang Tepat?
-
Lando Norris dan Oscar Piastri Siap Bersaing untuk Gelar Juara Dunia 2025
-
Jelang GP Jepang 2025, Red Bull akan Ganti Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda?
-
Formula 1 GP China 2025: Oscar Piastri Menang, Duo Ferrari Diskualifikasi
-
Lando Norris Tak Nyaman dengan Mobil MCL38, Max Verstappen: Dia Bercanda
Hobi
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik, Ini Harapan Besar Erick Thohir
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
Terkini
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Review Novel 'Makhluk Bumi': Jadi Alien demi Bertahan di Dunia yang Gila
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Novel Larung: Kelanjutan Konflik dan Perjuangan Saman yang Kian Menegangkan