Sempat absen dalam dua pertandingan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2026, kini Ramadhan Sananta digadang-gadang bakal mencuri perhatian Shin Tae-yong agar bisa kembali berseragam Merah Putih.
Menyadur Suara.com pada Rabu (24/7/2024), striker Persis Solo itu tampil impresif ketika menghadapi PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Meski akhirnya Laskar Sambernyawa diimbangi oleh tim Juku Eja, tetapi keganasan Sananta tak bisa ditutupi.
Ia berhasil mencetak gol tercepat di turnamen pramusim Piala Presiden 2024. Pemain dengan tinggi 1,82 m ini mencetak gol ketika pertandingan baru berusia 25 detik, tepat ketika mendapatkan umpan bola jauh. Di sisi lain, satu gol lainnya milik Persis Solo juga dilesakkan oleh Sananta.
Namun walau berhasil memecahkan rekor baru di Piala Presiden 2024, Ramadhan Sananta mengaku tak puas. Mengingat PSM Makassar mampu mengejar ketertinggalan untuk memaksa timnya berbagi poin.
Lantaran menurutnya, dapat mencetak gol adalah bonus semata, karena target utamanya adalah mempersembahkan kemenangan untuk tim yang diperkuat.
“Itu adalah bonus bagi saya, karena saya bisa mencetak gol, tapi bukan itu yang dinilai. Yang dinilai adalah tim ini bagaimana memenangkan pertandingan sore ini," katanya usai setelah laga.
Sananta mengaku dirinya mengambil banyak pelajaran dan akan memperbaiki kekurangan agar bisa tampil lebih baik di kompetisi sebenarnya, yakni Liga 1 2024/2025.
"Dan terus ke depannya saya harus belajar lagi menjadi striker yang lebih baik, ini langkah saya lebih siap di pertandingan selanjutnya dan Liga 1 nanti," sambung pemain berusia 21 tahun tersebut.
Ramadhan Sananta Incar Posisi di Timnas Indonesia
Sempat menjadi andalan Shin Tae-yong di lini depan skuad Garuda, absennya Ramadhan Sananta pada pertandingan menghadapi Irak dan Filipina cukup menarik perhatian. Antara News melaporkan, Sananta siap memberikan yang terbaik demi kembali dipilih oleh sang juru taktik.
“Saya harus memberikan yang terbaik di liga dan saya harus belajar apa kekurangan saya. Saya bilang 'saya gak takut bersaing', saya harus maju dan bersedia maju lagi berseragam Indonesia," kata Sananta di pertengahan Juni lalu.
Apabila berhasil menunjukkan performa yang memuaskan, bukan tak mungkin Sananta akan menjadi salah satu ujung tombak pasukan Merah Putih di kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang. Apalagi Timnas Indonesia dihadapkan pada jadwal ketat di Grup C.
Menarik ditunggu, akankah penyerang Persis Solo ini bisa meraih hati Shin Tae-yong lagi?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Denada Dituding Telantarkan Anak, Manajemen Bakal Tempuh Jalur Hukum?
-
Aurelie Moeremans Soroti Perubahan Cara Pandang Publik soal Child Grooming
-
Berani Bersuara, Aurelie Moeremans Ungkap Pahitnya Jadi Korban Grooming
-
Yasmin Napper dan Giorgino Abraham Putus karena Orang Ketiga? Ini Faktanya
-
Prinsip Dilanggar, Manohara Pilih Putuskan Youtuber Kristian Hansen
Artikel Terkait
-
Breakingnews! Welber Jardim Sudah Sembuh dari Cedera Jelang Semifinal Piala AFF U-19 2024
-
Indonesia vs Timor Leste: Panggung Pembuktian Duo Striker Utama Timnas Indonesia
-
Gelandang Rp 1,3 Miliar Bisa Jadi Calon Pengganti Welber Jardim yang Cedera Parah Jelang Semifinal Piala AFF U-19
-
Piala AFF U-19: Hajar Timor Leste, Timnas Indonesia Perpanjang Tren Positif
-
Baru Terungkap, Maarten Paes Ternyata Sudah 3 Tahun Dirayu untuk Bela Timnas Indonesia
Hobi
-
Misi 'Gila' John Herdman: Tambah Naturalisasi Demi Prestasi Timnas Indonesia
-
Peluang David da Silva di Timnas Indonesia: Solusi Lini Depan untuk ASEAN Cup 2026?
-
Tawari Laga Uji Coba, Ada 2 Alasan yang Bikin Timnas Indonesia Harus Tolak Ajakan Bangladesh!
-
John Herdman Mulai Disenggol para Komentator, Barisan 'Ternak STY' Bakal Berbalik Arah?
-
Nova Arianto Tak Disodorkan Jadi Asisten John Herdman, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
Terkini
-
Kenapa Harga RAM Mahal di 2026? Ini 4 Faktor Utama Penyebabnya
-
Perselingkuhan Artis dan Standar Ganda: Mengapa Kita Gemar Melempar Batu Lewat Jempol?
-
Menyoal Label Eksotis: Warisan Kolonial dalam Standar Kecantikan Modern
-
Ceu Surti: Suara Cempreng dari Kupitan
-
Buku If All the World Were: Refleksi Lembut Soal Kepergian Orang Terkasih