Komunitas Rencang Rawi yang berbasis di Yogyakarta menawarkan berbagai pengalaman menarik untuk lebih mengenal lagi lebih dalam kebudayaan Jawa. Banyak anak muda yang mulai bergabung dan menyelami lagi kebudayaan Jawa yang ternyata sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Almarenoeli selaku project management Remen Jawi yang menaungi komunitas Rencang Rawi menuturkan jika ada banyak sekali manfaat dan dampak positif dari komunitas Rencang Rawi. Selain menambah pengalaman dan teman baru, ternyata banyak juga ditemukan fakta menarik dari mempelajari kebudayaan Jawa.
"Pertama kali ketika mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau budaya, kadang baru tahu ada fun fact-nya di dalam (komunitas). Ada beberapa ilmu yang kita enggak tahu," kata Alma mengutip kanal YouTube Yoursayid pada Selasa (30/7/2024).
"Misal nih ya kayak batik Wastra aja nih, kan ada banyak motifnya. Ternyata di setiap motif punya maknanya masing-masing tentang kehidupan" lanjutnya.
Alma mengaku wawasannya menjadi lebih terbuka saat ia bergabung dalam komunitas Rencang Rawi. Ia mengaku baru mengetahui jika batik yang dikenakannya selama ini ternyata memiliki makna masing-masing.
"Itu membuka wawasan sekali menjadi lebih kayak 'Oh ternyata seperti itu ya batik artinya ketika digunakan, diharapkan orang yang menggunakan itu juga memiliki nilai-nilai yang sama dengan apa yang dimaknakan di kain (batik) tersebut'," ungkapnya.
Setelah mengetahui makna-makna yang terkandung dalam batik, Alma mengaku kini ia bisa lebih meresapi setiap motif batik yang dikenakannya.
"Jadi seolah-olah dihidupkan melalui motif kemudian bisa kita resapi dari kita sendiri," katanya.
Tidak hanya belajar motif-motif batik, bahkan jumlah kancing dalam baju adat Jawa itu juga mengandung sebuah makna tersirat.
"Misal (batik) Surjan ada kancingnya, jumlah kancingnya ada berapa, oh ternyata itu punya makna. Jadi kita bisa hidup di dalam budaya itu setelah kita mengetahui dan mengikuti kegiatan budaya-budaya dan menyerap beberapa ilmunya," ungkapnya.
Salah satu anggota komunitas, Yulianto juga menjelaskan jika terdapat 6 buah kancing dalam baju adat Jawa Surjan yang ternyata juga memiliki makna tersendiri.
"Pemaknaannya sebagai rukun iman, biasanya kan kalau di busana adat Jawa itu kan memang dari Mataram (kerajaan Islam) yang hampir sebagian besarnya itu pasti menggunakan unsur-unsur Islami yang masuk dalam setiap pakaiannya juga," ungkap Yulianto.
Melihat banyaknya manfaat dan dampak positif dari komunitas Rencang Rawi, tidak ada salahnya kamu yang berada di Yogyakarta untuk bisa bergabung dalam komunitas tersebut. Yuk kita cintai budaya sendiri!
Baca Juga
-
Viral! Toko Roti di Thailand Jual Croissant 'Berambut', Warganet Jijik Sekaligus Penasaran
-
Live-Action Naruto Mulai Casting Pemeran Naruto, Sasuke, dan Sakura
-
FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
-
Rasisme Cederai Sportivitas Sepak Bola, Menang Tak Harus Menghina Lawan
-
Nothing to Lose: Kisah Ibu Berjuang Selamatkan Anak Pengidap Leukemia
Artikel Terkait
-
Remen Jawi: Angin Segar untuk Generasi Muda Pencinta Budaya Jawa
-
Bukan Sekadar Komunitas, Rencang Rawi Jadi Wadah Anak Muda Lestarikan Budaya Jawa
-
Manfaatkan Platform Digital, Remen Jawi Lestarikan Budaya Jawa di Generasi Muda
-
Remen Jawi dan Rencang Rawi: Buktikan Anak Muda Juga Bisa Lestarikan Budaya!
-
Film Primbon: Horor dengan Balutan Budaya Jawa
Hobi
-
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Buktikan Tim Kelas Juara dan Siap Lawan Prancis
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
-
Jelang Laga, Swiss Klaim Punya Cara Meredam Messi Cs Demi Lolos Semifinal
-
Lamine Yamal dan Pembuktian Kualitas di Laga Spanyol vs Belgia
-
Imbas Prancis Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Laga Barcelona di La Liga Resmi Ditunda
Terkini
-
Ulasan Novel Romeo dan Juliet: Cinta Terlarang yang Berakhir Menjadi Tragedi
-
Ulasan Pemikat Jiwa: Kisah Tragis Jagal Ayam yang Terjebak di Ruang Gaib!
-
7 Buku yang Dibaca Juhoon Cortis, Seleranya Mencakup Semua Genre!
-
Jung Hae In Diincar Perankan Agen Properti VIP di Drama Lucky Seoul
-
Novel Epilog Mushoku Tensei Resmi Tamat, Volume Terakhir Rilis November