Pelatih timnas Indonesia U-17, yakni Nova Arianto resmi mengumumkan daftar nama pemain yang akan mengikuti proses pemusatan latihan dan seleksi di Bali. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pelatih berusia 44 tahun tersebut memanggil 35 nama pemain yang akan mengikuti rentetan pemusatan latihan sekaligus seleksi pemain jelang babak kualifikasi Piala Asia U-17 2024 yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Oktober 2024 nanti.
“Rencananya, tanggal 12 Agustus kami akan ke Bali dan kita ada 2 kali uji coba di Bali sebelum tanggal 31 kita akan kembali di Jakarta dan kita akan TC di Spanyol, setelah itu persiapan ke Kuwait. Seperti yang saya katakan di awal TC Jakarta, 32 pemain itu akan diseleksi dan hasil dari seleksi tersebut nanti yang akan bergabung dengan pemain dari AFF kemarin, dan akan melakukan TC lanjutannya nanti di Bali,” ujar Nova Arianto.
Daftar 35 Nama Pemain Timnas Indonesia U-17
Penjaga gawang/kiper:
M Nur Ichsan, Rendy Razzaqu, Aidan, Arya Sheka Maulana, Dafa Gasemi.
Pemain Belakang/Defender:
I Putu Panji Apriawan, Faril Afdarul Yadi, Sultan Bagas, Ida Bagus Putu Cahya, Raihan Apriansyah, Andi Faith, Mathew Baker, Azizu Milanesta, Daniel Alfredo, Fabio Azka Irawan, Muhammad Hendra, Dafa Zaidan.
Gelandang/Pemain Tengah:
Algazani Dwi, Kevin Aryo Wibowo, Evandra Florasta, Lucas Lee, Dendry Muharman, Tristan Raisa, Nazriel Alvaro.
Pemain Depan/Striker:
Fandi Ahmad, M. Gilang Perdana Putra, M. Zahaby Gholy, Naufal Abdul Hakim, Ocean Erwin Lim, Josh Holong, M Mierza F, M Aldiyansyah Taher, Kenaro Alfa, Atletico Artha Gading, Fadly Alberto.
Ada Nama Matthew Baker dalam Skuad U-17
Dalam pemanggilan pemain U-17 kali ini, Nova Arianto juga kembali memanggil beberapa nama pemain keturunan di skuad garuda. Selain nama Matthew Baker dan Lucas Lee yang memang telah memperkuat skuad garuda U-17 sejak ajang AFF Cup U-16 2024 kemarin, kali ini Nova Arianto juga memanggil Ocean Lim yang berkompetisi di tim akademi FC Cardedeu di Spanyol dan Aidan Bonvannie yang bermain bersama AVV Zeeburgia di Belanda.
Dipanggilnya 4 pemain diaspora tersebut tentunya diharapkan dapat menambah kekuatan pemain di skuad timnas U-17 selain juga dapat memberikan ilmu yang diterima oleh mereka selama berkompetisi di liga-liga luar. Di sisi lain, nama Matthew Baker juga sempat menjadi sorotan karena pemain berusia 15 tahun yang berposisi sebagai bek tengah tersebut juga sempat dipanggil oleh timnas Australia U-17. Namun, dirinya menegaskan akan tetap memilih Indonesia sebagai karir sepakbola Internasionalnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dihubungi John Herdman, Peluang Tampil Sandy Walsh di Timnas Kian Besar?
-
Dihujat Usai Gabung Persija, Shayne Pattynama Minta Dukungan Publik!
-
Tegas! Eks-Punggawa Jerman U-17 Tolak Pinangan Membela Timnas Indonesia
-
Polemik Transfer Maarten Paes: Dianggap Mahal untuk Seorang Kiper Pelapis!
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
Artikel Terkait
-
Netizen Geruduk Instagram FCV Dender Usai Ragnar Oratmangoen Gabung, Lakukan Hal Tak Terduga untuk Pantau Ini
-
Bandingkan Skandal Calciopoli Juventus, Sanksi 'Ringan' Kasus Suap PSS Sleman Dikritik Keras
-
Timnas Indonesia Butuh Striker Haus Gol, Jens Raven Dianggap Belum Layak Promosi ke Tim Senior
-
Dua Kiper Muda Eropa yang Layak Bela Timnas Indonesia: Ada Kiper Jawa di Liga Jerman
-
Jay Idzes Cetak Gol, Reaksi Pelatih dan Pemain Venezia Bikin Geram
Hobi
-
Dihubungi John Herdman, Peluang Tampil Sandy Walsh di Timnas Kian Besar?
-
Veda Ega Pratama Debut Moto3: Seberapa Besar Peluangnya Melaju di MotoGP?
-
Dihujat Usai Gabung Persija, Shayne Pattynama Minta Dukungan Publik!
-
Dean James Dinilai Layak Gabung Ajax, Berpeluang Susul Maarten Paes?
-
Jelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia Bakal Uji Coba Lawan China
Terkini
-
Casual Goals! 4 Ide Outfit Harian ala Baila No Na yang Mudah Ditiru
-
Topeng Arsenik di Pendapa Jenggala
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'