Salah satu pemain sepak bola keturunan Indonesia yang merumput di liga Eropa kembali menyatakan kesediaanya membela timnas Indonesia apabila diinginkan. Ia adalah Yaell Samson yang merupakan kiper muda dari klub FC Volendam di liga Belanda.
Pemain yang masih berusia 18 tahun ini mengakui memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya dari ayahnya yang lahir di Indonesia.
“Dari ayahku (darah Indonesia). Jadi, kakek dan nenek saya sama-sama lahir di sana. Ya dari situlah berasal sisi Indonesia ku. Kakek saya lahir di Bali dan nenek saya dari Jawa,” ujar Yaell Samson dikutip dari kanal YouTube Yussa Nugraha, Minggu (18/8/2024).
Dirinya mengaku cukup terbuka apabila ditawari oleh PSSI untuk membela timnas Indonesia. Tentu dengan usianya saat ini, kemungkinan timnas U-20 atau U-23 merupakan level tim nasional yang paling realistis yang akan dibelanya.
Akan tetapi, hingga saat ini dirinya mengaku belum mendapatkan tawaran dari PSSI untuk membela timnas Indonesia yang notabene merupakan negara leluhurnya.
“Sayangnya belum ada yang official dari mereka (PSSI), tapi agenku sudah melihat dan kontak dengan Fardy Bachdim. Namun, belum tahu bagaimana kelanjutannya,” imbuh Yaell Samson.
Profil Singkat Yaell Samson
Dilansir dari laman transfermarkt.co.id, Yaell Samson lahir di De Meern, Belanda pada 3 April 2006. Kiper yang masih berusia 18 tahun ini merupakan produk binaan dari akademi sepak bola klub Belanda, yaknki FC Utrecht.
FC Utrecht sendiri memang dikenal sebagai salah satu akademi sepak bola yang kerap kali pemainnya membela timnas Indonesia di kemudian hari.
Beberapa nama seperti Irfan Bachdim, Marck Klok, Ezra Walian, Shayne Pattynama, Stefano Lillipaly dan Ivar Jenner merupakan segelintir pemain yang merupakan binaan akademi FC Utrecht.
Yaell Samson sendiri kini direkrut oleh tim FC Volendam dari FC Urecht per tanggal 1 Juli 2024 kemarin.
Kiper berpostur 184 cm ini juga dikenal sebagai salah satu kiper utama di tim U-17 dan U-18 FC Utrecht dengan rekor 30 pertandingan sejauh ini di kompetisi junior. Dirinya juga berkesempatan menjadi kiper utama di tim U-21 FC Volendam mengingat dirinya masih tergolong muda.
Jadi, apakah PSSI akan tertarik untuk menawari Yaell Samson untuk menjadi bagian dari skuad timnas Indonesia? Belum lagi posisi kiper sejauh ini memang belum memiliki pemain keturunan atau naturalisasi imbas belum jelasnya nasib proses perpindahan federasi dari Maarten Paes.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Timnas Laos Tunjuk Pelatih Asal Korea Selatan, Ikuti Langkah Indonesia?
-
Elkan Baggott Kembali Absen di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Tutup Pintu?
-
Indra Sjafri 'Aminkan' Shin Tae-yong, Jens Raven Tak Jelek Tapi Punya Kekurangan Ini Jika ke Skuad Timnas Senior
-
Bukan Perempuan Biasa! Siapa Aislinn Konig? Wanita yang Baru Dinikahi Sandy Walsh, Bek Timnas Indonesia
-
Statistik Mauro Zijlstra, Striker Tajam Keturunan Belanda-Bandung Selangkah Lagi Gabung ke Timnas Indonesia
Hobi
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
Terkini
-
Generasi Sekarang Semakin Jarang Jalan Kaki, Kenapa?
-
Saatnya Mengaku: Kita Scrolling Bukan Mencari Hiburan, Tapi Lari dari Kenyataan
-
Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?
-
Suara Kerekan dari Sumur Tua di Belakang Rumah Ainun
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh