Beberapa waktu lalu, PSSI resmi memperkenalkan Maarten Paes sebagai pemain naturalisasi baru yang akan memperkuat timnas Indonesia. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pemain keturunan Belanda tersebut sudah bisa memperkuat skuad garuda usai bandingnya di Komite Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) diterima dan proses perpindahan federasinya disetujui oleh FIFA.
Kini, setelah Maarten Paes berhasil didapatkan, PSSI kembali dikabarkan mengincar salah satu pemain keturunan yang merumput di liga Eropa. Melansir dari kanal berita suara.com (19/08/2024), pemain yang dimaksud adalah Tristan Gooijer yang kini bermain bersama PEC Zwolle di Eredivisie liga Belanda. Lantas, mengapa PSSI sangat tertarik untuk menaturalisasi pemain yang masih berusia 19 tahun tersebut? berikut adalah usalannya!.
1. Masih Berusia Muda dan Bisa Menjadi Aset Jangka Panjang
Menyadur laman transfermarkt.co.id, Tristan Gooijer merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda yang memiliki usia relatif muda. Pemain yang merupakan binaan akademi Ajax Amsterdam tersebut masih berusia 19 tahun saat ini.
Namun, kendati masih berusia cukup muda, dirinya sudah tercatat memiliki 9 penampilan bersama tim senior Ajax Amsterdam di musim 2023/2024 lalu dan 1 laga bersama PEC Zwolle saat ini.
Hal inilah yang membuat dirinya kemungkinan akan diincar oleh PSSI guna menjadi aset jangka panjang bagi timnas Indonesia. Belum lagi memang dalam 4 tahun terakhir PSSI kerap kali menaturalisasi para pemain keturunan yang masih berusia dengan rentang usia 18-27 tahun yang notabene merupakan usia-usia muda bagi para pemain sepakbola.
2. Bisa Bermain di Banyak Posisi
Salah satu hal yang menjadi daya tarik dari Tristan Gooijer adalah dirinya dikenal sebagai salah satu pemain yang cukup versatile atau bisa dimainkan di banyak posisi. Hal ini tentu sangat disukai oleh pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong yang gemar memanggil pemain versatile.
Tercatat, Tristan Gooijer yang sejatinya merupakan bek kanan dapat dimainkan juga diposisi bek tengah dan gelandang bertahan. Hal ini ditunjang pula dengan posturnya yang cukup tinggi, yakni 185 cm.
3. Dapat Menjadi Pelapis Bagi Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh
Tidak dapat dipungkiri bahwa posisi bek kanan di timnas Indonesia senior sedikit mengalami ketimpangan saat ini. Bandingkan dengan posisi bek kiri yang memiliki sekitar 7 pemain dengan kualitas yang cukup sama, di posisi bek kanan hanya ada 2 pemain yang diketahui memiliki performa yang cukup berimbang, yakni Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh.
Ironisnya lagi, kini Sandy Walsh juga telah memasuki usia menjelang 30 tahun yang tentunya perlu memiliki pelapis yang sepadan dengan Asnawi Mangkualam atau dirinya.
Oleh karena itu, dinaturaliasinya Tristan Gooijer yang notabene merupakan bek kanan murni diharapkan dapat mengisi celah tersebut. Kendati masih berusia 19 tahun, kemungkinan Tristan Gooijer dapat dimainkan untuk timnas senior maupun timnas U-23 kedepannya.
Nah, itulah 3 alasan mengapa PSSI cukup tertarik menaturalisasi Tristan Gooijer. Bagaimana menurutmu?
BACA BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
Artikel Terkait
Hobi
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan