Perjuangan keras para penggawa Timnas Indonesia di laga melawan Arab Saudi berakhir dengan cukup manis. Meskipun tak mampu mempertahankan keunggulan, Timnas Indonesia pada akhirnya berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas salah satu tim raksasa di persepakbolaan benua Asia tersebut.
Menyadur laman PSSI (6/9/2024), Indonesia yang unggul terlebih dahulu pada menit ke-18 melalui gol dari Ragnar Oratmangoen, tak bisa mempertahankan lajuan satu gol dari tuan rumah. Arab Saudi yang tampil dominan di laga tersebut, sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-45+3 melalui sepakan Musab Al-Juwayr yang terdefleksi oleh Calvin Verdonk.
Meskipun hanya membawa pulang satu poin dari hasil lawatannya ke Arab Saudi, namun ternyata hal itu merupakan sebuah hal yang sangat prestisius. Bagaimana tidak, selain mencatatkan hasil imbang kedua sepanjang sejarah pertemuan kedua kesebelasan, bungkusan satu poin tersebut juga menjadi yang pertama dalam belasan tahun belakangan ini.
Menyaudr informasi yang ada di laman 11v11.com, hingga pertandingan yang berlangsung di King Fahd International Stadium pada Kamis (5/9/2024) lalu, Indonesia dan Arab Saudi tercatat telah bertemu sebanyak 13 kali.
Dari jumlah pertemuan tersebut, Indonesia berada di pihak yang lebih inferior dengan menelan 11 kali kekalahan, dan baru menuai hasil positif dengan dua kali imbang. Sebelum mencatatkan hasil imbang kedua di kandang Arab Saudi, Indonesia tercatat bisa mengimbangi permainan The Green Falcon pada pertandingan yang berlangsung pada 7 Oktober 2011 saat bermain di kandang sendiri.
Itu berarti, poin terakhir yang diraih oleh Indonesia kala bertarung melawan Arab Saudi sudah terjadi pada 13 tahun silam, karena baru bisa kembali dicapai pada pertandingan yang dilangsungkan di bulan September 2024 ini.
Jika dianalisis lebih mendalam, tentunya hal ini menjadi sebuah indikator bahwa kekuatan Timnas Indonesia saat ini tengah mengalami peningkatan. Karena selain bisa mengulang prestasi mendulang poin saat melawan tim sekelas Arab Saudi, anak-anak Garuda ini juga bisa memberikan perlawanan yang sangat heroik meskipun harus bermain di kandang sang lawan.
Dan tentunya kita berharap, dengan peningkatan kualitas permainan yang dimiliki oleh Timnas Indonesia saat ini, mereka bisa kembali meraup poin saat berjumpa dengan tim-tim lain, serta menciptakan catatan-catatan unik lainnya di pertandingan selanjutnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
Artikel Terkait
-
3 Kejutan Besar yang Terjadi di Match Day 1 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ada Indonesia?
-
BREAKING NEWS! Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Segera Dinaturalisasi, Erick Thohir Umbar Senyum
-
Maarten Paes: Dari Blunder Penalti Hingga Jadi Tembok Kokoh Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi
-
Timnas Indonesia Buat Arab Saudi Tak Berkutik, STY Bocorkan Rahasianya
-
Penampakan Spanduk Suporter Sindir Isu Selingkuh Azizah Salsha: Arhan, Nasib Kisa Sama...
Hobi
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Terkini
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis, Tablet Hiburan Premium dengan 9 Speaker JBL
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
-
Karakter Lotso dan Romantisme terhadap Sosok Pemimpin Otoriter