Penampilan luar biasa disajikan oleh Timnas Indonesia ketika menjamu Australia. Pertandingan kedua kualifikasi Piala Dunia round 3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta ini berlangsung alot dan menegangkan
Dilansir dari laporan Antara News pada Rabu (11/9/2024), skuad Garuda berhasil mengimbangi Australia tanpa gol. Disaksikan oleh 70 ribu penonton di lapangan, pelatih Shin Tae Yong melakukan sedikit perubahan dalam komposisi para pemainnya. Marselino Ferdinan dan Justin Hubner turun sebagai starter menggantikan Thom Haye dan Witan Sulaeman.
Pertandingan bahkan baru berusia beberapa detik, tetapi Timnas Indonesia melepaskan dua tembakan yang mengarah tepat ke gawang The Socceroos. Namun tendangan Sandy Walsh dan Rafael Struick masih bisa diantisipasi oleh kiper sekaligus kapten timnas Australia, yakni Mathew Ryan.
Menunjukkan mental petarung yang tak gentar berhadapan dengan ‘karyawan’ tetap Piala Dunia, pasukan Merah Putih mendapat tiga peluang tendangan penjuru di tiga menit pertama. Ragnar Oratmangoen dkk mengurung barisan pertahanan Australia di sepuluh menit awal.
Namun perlahan tim asuhan pelatih Graham Arnold mampu bangkit dan berbalik keluar dari tekanan untuk menguasai jalannya permainan. Pressing ketat yang diberikan Australia diimbangi oleh solidnya lini belakang skuad Garuda.
Tim tamu sempat memberikan ancaman lewat percobaan Harry Souttar, beruntung usahanya masih bisa diblok oleh penjaga gawang Maarten Paes. Situasi masih belum berubah, Australia kian menunjukkan keperkasaannya. Serangan bertubi-tubi terus menghantam Timnas Indonesia.
Namun penampilan gemilang Maarten Paes membuat gawang Garuda tetap aman. Memasuki babak kedua, Shin Tae Yong memainkan Witan Sulaeman dan menarik keluar Rafael Struick. Masuknya pemain Persija Jakarta itu sukses menambah daya gedor pasukan Merah Putih.
Indonesia tampil lebih terbuka, tetapi barisan pertahanan tetap kokoh. Marselino melepaskan tendangan di menit ke-56, sayangnya masih melambung di atas mistar gawang Mathew Ryan. Setelahnya, Shin Tae Yong mengganti tiga pemain berturut-turut.
Thom Haye, Pratama Arhan, serta Wahyu Prasetyo membuat Timnas Indonesia lebih berenergi dan mampu menahan gempuran Australia sampai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Hasil imbang ini membuat skuad Garuda mengamankan dua poin dari dua pertandingan perdana kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 dan menduduki urutan keempat klasemen sementara. Sedangkan Australia yang gagal menuntaskan misi balas dendamnya masih tertahan di posisi kelima dengan koleksi satu poin.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Raih Poin dari 2 Tim Piala Dunia, Timnas Indonesia Dua Kali Patahkan Prediksi Media Inggris
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Tembus 4 Besar Grup C Ronde 3 Kualifikasi Hingga Lolos Piala Dunia 2026
-
3 Pemain Australia 'Stress' Gagal Jebol Gawang Maarten Paes
-
Asal Usul Keluarga Maarten Paes, Tak Punya Darah Keturunan Indonesia Kini Jadi Pahlawan Skuad Garuda Tahan Australia
-
Puji Kehebatan Maarten Paes, Pramono-Rano Bongkar Alasan Tak Mau Duduk di Bangku VIP Saat Nonton Timnas
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik
-
Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds
-
Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4
-
Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat
-
Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi