Salah satu penyerang yang bermain di liga Indonesia, yakni David da Silva baru-baru ini mengeluarkan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan. Melansir dari kanal youtube Transfermarkt Indonesia, penyerang asing asal Brazil tersebut secara terang-terangan berminat untuk membela timnas Indonesia apabila dibutuhkan oleh pelatih timnas Indonesia saat ini, yakni Shin Tae-yong.
“Saya pikir akan menetap di sini. Saya juga berharap bisa bermain di timnas juga. Saya ingin pakai jersey timnas (Indonesia). Hai Shin Tae-yong, saya di sini. Saya pikir timnas perlu banyak gol, memerlukan seorang striker,” ujar David da Silva.
Pernyataan ini sontak cukup mengejutkan dari penyerang yang kini membela klub BRI Liga 1, yakni Persib Bandung tersebut. Pasalnya, dirinya juga secara terang-terangan meminta Shin Tae-yong untuk melirik dirinya semisal masih membutuhkan sosok penyerang di lini depan timnas Indonesia. Di sisi lain, dirinya juga menyebut membela timnas Indonesia menjadi salah satu mimpinya sejak lama.
“Ini merupakan mimpi. Kita harus bermimi yang tinggi. Anda tahu semakin banyak mimpi, semakin banyak pula kita berdoa. Jadi saya harap jadi orang yang dikabulkan doanya untuk bisa mendapatkan kesempatan itu,” imbuh David da Silva.
Peluang David da Silva Bela Timnas Indonesia Cukup Kecil?
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, David da Silva pertama kali mulai datang ke Indoensia saat membela Persebaya Surabaya pada musim Liga 1 tahun 2018. Kala itu, dirinya langsung mencuri perhatian banyak pihak dengan sukses mencetak 15 gol di musim perdananya bersama Persebaya Surabaya.
Sempat berganti klub ke liga Malaysia, kini, dirinya tercatat sebagai pemain Persib Bandung dan sudah membela klub berjuluk “Maung Bandung” tersebut sejak tahun 2021. Bersama Persib Bandung, dirinya sudah mencetak 65 gol dari 89 laga dan beberapa kali sempat masuk deretan topskor Liga 1.
Secara ketajaman, memang David da Silva dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di Liga Indonesia. Hal inilah yang membuatnya banyak diminta agar dinaturalisasi oleh PSSI untuk membela timnas Indonesia. Namun, tak adanya garis keturunan Indonesia membuat keinginan tersebut sepertinya susah untuk terlaksana. Jika ingin dinaturalisasi, dirinya harus minimal menetap di Indonesia selama 5 tahun.
Selain itu, usia David da Silva yang sudah mencapai 34 tahun menjadi pertimbangan apabila ingin dinaturalisasi. Seperti yang diketahui, Shin Tae-yong lebih menginginkan pemain-pemain naturalisasi yang memiliki darah keturunan Indonesia dan juga masih berada di usia antara 20-29 tahun saat ini.
Jadi, bagaimana menurutmu? apakah David da Silva layak membela timnas Indonesia?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Fenomena Kiper 'Pahlawan' di Piala Dunia 2026: Dari Fase Grup Langsung Dilirik Klub Elite
-
Portugal Unjuk Gigi Lumat Uzbekistan! Inikah Tahun Kejayaan Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya?
-
Piala Dunia 2026: Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Panaskan Perburuan Topskor
-
Piala Dunia 2026: Nestapa Timnas Turki, Gagal karena Kutukan Hakan Sukur?
Artikel Terkait
-
Tegas! Menpora Pastikan Para Pemain Naturalisasi 100% Punya Darah Indonesia
-
Misi Pasukan Shin Tae-yong Kangkangi Rekor Tim Nguyen
-
Mees Hilgers Tepati Janji 4 Tahun Silam Pilih Timnas Indonesia Ketimbang Belanda
-
Skuad China Pecah Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pelatih dan Asisten Ribut
-
Mees Hilgers Bentangkan Bendera Indonesia usai Hajar Mantan Klub Thom Haye
Hobi
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Prediksi Laga Mesir vs Iran: Adu Taktik Tentukan Nasib Fase Grup
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu