Bek kanan timnas Indonesia, Sandy Walsh mengutarakan ambisinya untuk bisa membawa skuad garuda meraih 6 poin saat melakoni laga matchday ke-3 dan ke-4 babak round 3 ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia saat bertandang ke markas Bahrain dan China di bulan Oktober 2024 mendatang. Pernyataan tersebut diutarakan oleh pemain beruisa 29 tahun itu di kanal youtube resmi Mills Indonesia beberapa waktu lalu.
“Percaya pada saya, ini adalah proses. Kami sudah percaya dan saya berharap suporter juga percaya. Kami belum selesai. Mungkin kami bisa dapat enam poin. Saya rasa ambisi kita adalah untuk mencapai enam poin itu,” ujar Sandy Walsh.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pemain yang kini membela klub kasta tertinggi Liga Belgia, KV Mechelen tersebut menyebut kondisi di timnas Indonesia saat ini yang cukup kondusif membuatnya yakin dirinya dan rekan-rekannya mampu membawa 6 poin saat bertandang ke markas Bahrain dan China nanti. Hasil imbang 2 kali saat melawan Arab Saudi dan Australia menjadi salah satu modal penting bagi skuad garuda untuk menatap laga-laga selanjutnya.
“Seperti yang saya bilang, saat ini kami bertanding lawan negara-negara yang biasa main di Piala Dunia bahkan di Piala Dunia terakhir. Mereka bermain di sana dan di sini kami bersaing lawan mereka,” imbuh Sandy Walsh.
Target 6 Poin Saat Jumpa Bahrain dan China Bisa Terealisasi?
Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Bahrain di matchday ke-3 babak kualifikasi pada tanggal 10 Oktober 2024 dan kemudian pada tanggal 15 Oktober 2024 akan ganti melawan China. Kedua laga tersebut akan digelar secara tandang beruntun.
Mungkin memang cukup sulit untuk mencuri 3 poin di kandang lawan. Apalagi timnas Bahrain dan China memiliki peringkat yang secara rangking FIFA berada di atas Indonesia. Namun, berkaca dari laga saat jumpa Arab Saudi pada 6 September 2024 lalu yang juga berlansung tandang ke Jeddah, target 3 poin di masing-masing kandang lawan bukanlah misi yang cukup mustahil bagi skuad garuda.
Arab Saudi sendiri memang secara peringkat jauh di atas Bahrain ataupun China, yakni berada di peringkat 54 besar dunia dalam rangking FIFA. Belum lagi, baik timnas Bahrain ataupun China juga baru saja menelan kekalahan di laga matchday ke-2 kemarin atas Jepang dan Arab Saudi. Faktor tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Jay Idzes dkk untuk bisa meraih poin maksimal di kandang Bahrain dan China nantinya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
Artikel Terkait
-
Media Asing Sebut Asnawi Bek Kanan Terbaik di Liga Thailand, Kok Bisa?
-
Erick Thohir Pasang Badan untuk Pemain Keturunan, Mees Hilgers Kena Imbas?
-
Siapa Lolos dari 'PHK Badai Naturalisasi'? Statistik 4 Striker Lokal Timnas Indonesia di Era Shin Tae-yong
-
7 Korban Shin Tae-yong Kena PHK Hingga Resign karena Timnas Indonesia 'Ngamuk'
-
Pemain Keturunan Suruh Rizky Ridho Laporkan Egy Maulana Vikri ke Polisi, Ada Masalah Apa?
Hobi
-
Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026
-
Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Tekad Jordi Amat Hajar Kamboja di Piala AFF 2026, Tak Sekadar Omong Kosong?
Terkini
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan
-
5 Rekomendasi Hand Cream untuk Tangan Halus, Lembut, dan Bebas Kering
-
Kupas Tuntas Orang Pertama Tunggal: Ketika Batas Antara Fakta dan Fiksi Melebur