Sepak bola amputasi adalah suatu olahraga khusus difabel yang menggunakan alat bantu kruk atau yang biasa di sebut tongkat Elbow. Di Malang Raya ada suatu klub sepak bola amputasi yang bernama Persama. Persama merupakan kepanjangan dari Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Malang.
Mungkin belum banyak yang tahu tentang klub ini, tapi Persama sudah mengikuti beberapa pertandingan, seperti Piala Kemenpora 2022, Piala Kemenpora 2023, Piala Bupati Cup Jember, dan Piala Polresta malang Cup. Selain Persama, di Jawa Timur sendiri, sudah ada beberapa klub sepak bola amputasi. Antara lain: Persas Surabaya, Persaid Djember, Persam Madura, Persawangi Banyuwangi, dan PAFC Pasuruan. Klub sepak bola amputasi sendiri berpusat ke PSAI (Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia) yang berada di Jakarta, dan di naungi oleh Kemenpora Indonesia. ?
Persama Malang rutin mengadakan latihan di Lapangan Rampal Malang seminggu dua kali, yaitu hari rabu dan hari sabtu. Kenapa Lapangan Rampal yang dipilih?
Ketua Persama Sueb berujar "Di Lapangan Rampal tempatnya berada di tengah-tengah. Tidak terlalu jauh dari Kabupaten Malang, Kota malang ataupun Kota Batu. Anggota kami berasal dari ketiga wilayah itu. Contohnya saya sendiri, saya berasal dari Wajak kabupaten Malang, pelatih Persama Coach Syaiful berasal dari Kota Malang, dan aaisten pelatih Deny Irfian berasal dari Pendem kota Batu,"
"Dan di Lapangan rampal banyak juga yang berolah raga, entah lari, sepak bola, atau hanya sekedar berjalan-jalan. Dengan suasana itu kita juga bisa memeperkenalkan ada klub sepak Bola Amputasi. Jujur kami ini kekurangan anggota yang masih muda. Karena rata-rata anggota Persama berusia tiga puluh tahun ke atas," tambah Coach Syaiful Pelatih Persama.
Tidak hanya melalui offline Persama sendiri juga sudah mulai merambah dunia media online. Persama mempunyai instagram yang sudah di kelola oleh salah satu anggota.
Ketika di tanya apa harapan dari Persama sueb menjawab "Semoga Pemerintah di Malang Raya lebih memperhatikan kami, dan semoga Piala Kemenpora 2024 kita sebagai tuan rumah bisa mendapatkan juara, dan membuat harum Malang Raya. Dan juga pari difabel tuna daksa seperti kami, tidak lagi di pandang sebelah mata," pungkasnya.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Content Creator Malang Bersatu pada Perhelatan Workshop Intensif Inisiasi UAJY dan Suara.com
-
5 Destinasi Menarik di Malang yang Tak Banyak Orang Tahu
-
Lulus Cumlaude tapi Sering 'Bolos' Kuliah, Emang Bisa?
-
Teman Baru Gen Z Malang dan Kesehatan Mental untuk Indonesia Emas
-
Neurographic Art: Seni Sederhana yang Ampuh untuk Redakan Stres dan Cemas!
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun