Setelah melalui perjuangan yang sangat keras, Timnas Indonesia U-17 akhirnya sukses mengunci tiga poin di laga perdana babak Kualifikasi Piala Asia U-17. Menyadur laman AFC, Pasukan Garuda Muda yang sudah harus berjibaku melawan tuan rumah Kuwait, berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor tipis satu gol tanpa balas melalui lesakan tunggal Mathew Baker pada menit ke-8.
Sebuah hasil yang tentunya sangat layak untuk disyukuri. Karena selain harus bertarung dengan tim dengan level permainan yang sepadan, Anak-anak Garuda juga harus bermain dengan penuh tekanan karena sang lawan adalah tuan rumah babak kualifikasi ini.
Maka tak mengherankan jika coach Nova Arianto, mengungkapkan rasa syukurnya pasca pertarungan tersebut. “Saya berterima kasih kepada para pemain dan staf yang sudah bekerja keras. Wajar jika pada pertandingan pertama para pemain terlihat tegang dan gugup, tapi saya berharap mereka bisa lebih menikmati pertandingan berikutnya,” ujar coach Nova sepertimana menyadur laman PSSI pada Kamis (24/10/2024).
Ungkapan rasa syukur yang dilontarkan oleh coach Nova Arianto pasca anak asuhnya berhasil mengalahkan tuan rumah Kuwait memang sebuah hal yang sangat layak untuk diperlihatkan. Pasalnya, di pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-17 hampir saja mengulangi momen menyesakkan seperti yang dialami oleh kaka tingkat mereka di Timnas Indonesia senior.
Bagaimana tidak, wasit Ammar Abo Alo dari Suriah masih melanjutkan pertandingan meskipun tambahan waktu sudah melebihi dari yang diumumkan. Dalam video unggahan kanal YouTube RCTI Entertainment, wasit asal Suriah tersebut memberikan tambahan waktu selama 8 menit di akhir babak kedua.
Namun sayangnya, hingga memasuki menit ke-90+11, sang pengadil tak kunjung pula meniupkan peluit tanda berakhirnya pertarungan. Dan di sinilah momen yang hampir saja menyesakkan seluruh pendukung Timnas Indonesia terjadi.
Pada menit ke-90+9, Kuwait yang melakukan serangan ke pertahanan Indonesia, hampir saja menjebol gawang Indonesia dan menyamakan kedudukan. Beruntungnya, sepakan dari Abullah Alqarzaei di depan gawang Dafa Al Gasemi masih melenceng sehingga urung untuk menyamakan kedudukan.
Dan bila saja sepakan itu menjadi gol, tentunya nasib Timnas Indonesia U-17 tak ubahnya seperti senior mereka kala berhadapan dengan Bahrain di match day ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu.
Memang benar-benar menyebalkan ya kejadian seperti ini selalu saja terjadi!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Kualifikasi AFC U-17: Indonesia Kantongi Bekal Berharga untuk Tuntaskan Misi Balas Dendam
-
Update Ranking FIFA Oktober 2024: Indonesia Turun Peringkat ke Posisi 130
-
Hadapi Kepulauan Mariana Utara, Timnas Indonesia U-17 Berpeluang Pesta Gol
-
Baru Laga Pertama, Timnas Indonesia U-17 Sudah Dapat Ancaman dari Australia
-
3 Alasan Publik Indonesia Perlu Abaikan Selebgram Bahrain yang Bohong Datang ke Jakarta
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!