Pasca melalui pertarungan melawan Kuwait, Kepulauan Mariana Utara dan Australia, Timnas Indonesia U-17 pada akhirnya sukses menggenggam satu tiket putaran final Piala Asia U-17 tahun depan. Meskipun tak mampu menjadi juara grup, namun anak asuh coach Nova Arianto tersebut berhak melaju ke Arab Saudi tahun depan karena menyandang status sebagai salah satu runner-up terbaik babak kualifikasi.
Menjadi bagian dari 16 tim terbaik yang berlaga di putaran final Piala Asia U-17, merupakan sebuah jalan untuk menggapai prestasi yang lebih tinggi. Bagaimana tidak, putaran final Piala Asia U-17 edisi 2025 mendatang, juga menjadi ajang bagi AFC untuk menentukan wakil mereka di pentas Piala Dunia U-17.
Sehingga, tim-tim yang kini dipastikan menjadi bagian putaran final Piala Asia U-17 juga memiliki kans besar untuk bisa merebut tiket ke Piala Dunia. Lantas, bagaimana peluang Timnas Indonesia U-17 untuk melaju ke putaran final?
Tentunya jawabannya adalah terbuka sangat lebar! Hal ini sendiri tak lepas dari meratanya kekuatan sepak bola di usia kelompok umur di antara negara-negara Asia. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia maupun Arab Saudi yang di level seniornya merupakan penguasa persepakbolaan benua Kuning, belum tentu dominan di level usia muda.
Seperti contoh, menyadur data yang ada di laman AFC (21/9/2018), Iran yang selalu menjadi momok di pentas sepak bola senior, justru dibuat tak berkutik saat bersua dengan Indonesia. Pada gelaran Piala Asia U-16 edisi 2018 yang berlangsung di Malaysia, Iran yang merupakan tim langganan Piala Dunia, justru dibabat habis oleh Indonesia dengan dua gol tanpa balas.
Hal ini juga menjadi sebuah indikator tersendiri terkait dengan kans Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia U-17 nanti. Dengan kekuatan yang dimiliki, dan sejarah manis yang pernah mereka torehkan, tentunya bukan sebuah hal yang mustahil jika Pasukan Muda Merah Putih berhasil menembus babak delapan besar gelaran, yang menjadi syarat otomatis untuk bisa berpartisipasi di Piala Dunia U-17 nanti.
Terlebih lagi, Indonesia juga pernah memiliki catatan manis saat berkiprah di Piala Asia U-17 ini. Selain pernah sukses menghantam Iran di tahun 2018 dan melaju ke 8 besar di edisi yang sama, berdasarkan catatan dari AFC ternyata Indonesia juga pernah menduduki tim peringkat keempat di turnamen edisi 1990 yang berlangsung di Uni Emirat Arab.
Nah, dengan asumsi-asumsi tersebut, patutlah kita untuk optimis bahwa Timnas Indonesia bisa melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 edisi mendatang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Putaran Final Piala Asia U-23 dan Sektor Tengah yang Bakal Jadi Tumpuan Permainan Pasukan Garuda Muda
-
Ungkapan Berkelas Indra Sjafri saat Timnas Semua Level Lolos Piala Asia
-
Jelang Piala Asia U-20, Indra Sjafri Bongkar Arahan Terbaru Ketua Umum PSSI
-
Timnas Indonesia U-20 akan Gelar Uji Coba di Jepang, Indra Sjafri Ungkap Calon Lawan!
-
Daftar Harga Tiket Indonesia Lawan Jepang dan Arab Saudi, Mulai Rp240 Ribu!
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik
-
Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds
-
Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4
-
Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat
-
Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi