Franchise Killzone, yang dulu menjadi salah satu andalan PlayStation dalam genre first-person shooter (FPS), kini tampaknya telah resmi ditinggalkan oleh Guerrilla Games. Setelah lebih dari satu dekade mengembangkan seri ini dengan gaya yang gelap dan penuh konflik, Guerrilla memilih untuk bergerak maju dengan arah yang berbeda.
Sejak perilisan Killzone: Shadow Fall pada 2013, seri ini tidak mendapatkan pembaruan apapun, dan dengan fokus penuh Guerrilla pada proyek Horizon, tampaknya Killzone tidak akan kembali dalam waktu dekat.
Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari laman TheGamer, art director Guerrilla Games, Roy Postma, menyatakan bahwa timnya sudah selesai dengan Killzone. Studio tersebut merasa perlu menyegarkan perspektif mereka dan mencari sesuatu yang lebih berlawanan dari segi tone dan tema.
Keputusan ini membawa Guerrilla pada proyek Horizon Zero Dawn, sebuah game dengan dunia yang lebih cerah dan penuh warna. Postma menjelaskan bahwa mereka sengaja memilih cerita dan karakter di Horizon yang memiliki daya tarik lebih luas, sehingga lebih dapat diterima oleh berbagai kalangan umur dan latar belakang.
Seri Killzone sendiri pertama kali diluncurkan pada PlayStation 2 dan sering dianggap sebagai jawaban Sony terhadap seri Halo dari Microsoft. Meskipun tidak pernah mencapai popularitas yang sama, Killzone berhasil membangun basis penggemarnya sendiri.
Namun, sejak peralihan fokus Guerrilla ke Horizon, tampaknya harapan untuk melihat kelanjutan Killzone mulai memudar. Melansir laman Gamerant, Postma mengungkapkan bahwa Guerrilla merasa dunia Killzone yang suram dan penuh kekerasan sudah tidak relevan dengan arah kreatif yang mereka inginkan.
Meskipun demikian, bukan berarti franchise ini benar-benar mati. Ada kemungkinan bahwa Sony dapat menyerahkan proyek ini kepada studio lain yang memiliki pengalaman dalam genre FPS. Beberapa penggemar bahkan berspekulasi bahwa Killzone dapat dihidupkan kembali sebagai bagian dari strategi live-service PlayStation di masa depan, terutama setelah akuisisi besar-besaran Microsoft terhadap Activision Blizzard yang membuat penggemar PlayStation khawatir akan masa depan franchise Call of Duty.
Mengutip artikel dari IGN, Postma juga mengatakan bahwa dunia Horizon menawarkan cerita yang lebih universal, seperti tema keluarga dan pencarian jati diri, yang membuatnya lebih menarik bagi audiens yang lebih luas.
Dalam hal ini, Horizon telah membuktikan kesuksesannya sebagai franchise baru dengan berbagai proyek yang terus dikembangkan, mulai dari remaster Horizon Zero Dawn hingga game multiplayer yang digadang-gadang akan menjadi MMO.
Dengan berbagai proyek besar Horizon di depan mata, tampaknya Guerrilla Games telah menemukan pijakan baru mereka dan tidak tertarik untuk kembali ke medan perang Killzone. Bagi penggemar yang berharap Killzone akan bangkit, harapan tersebut kini tergantung pada keputusan Sony apakah mereka akan menghidupkan franchise ini di tangan developer lain atau tidak.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Arc Raiders dan The Finals Resmi Diadaptasi Jadi Film dan Serial TV
-
Google dan Unity Siapkan AI untuk Bikin Game Tanpa Perlu Banyak Coding
-
ReSkate Viral, Developer skate. Janjikan Tools Kreatif Baru!
-
Bukan Hanya Konsol! Xbox Siapkan Family of Devices lewat Project Helix
-
Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027
Artikel Terkait
-
Tragis! Bocah 11 Tahun Asik Main Game, Tak Sadar Orang Tua Saling Bunuh di Rumah
-
Ulasan Novel Game Over, Kisah Romansa Dua Manusia dengan Sifat yang Berbeda
-
Laris dalam 3 Hari, Frostpunk 2 Raih Untung Meski Saham Merosot!
-
Xiaomi Perkenalkan Antarmuka Game Turbo Baru di Redmi K80 Pro
-
Yu-Gi-Oh! Master Duel Gelar Event Khusus Rayakan 1.000 Hari Rilis, Banyak Hadiah Gratis
Hobi
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
Terkini
-
Ramai Tren "Stop the Wedding" di Medsos, Bukti Gen Z Makin Muak dengan Budaya Patriarki?
-
Keberuntungan Sedang Menghampirimu: Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Menuju Harapan
-
Neve Campbell Dipastikan Kembali Perankan Sidney Prescott dalam Scream 8
-
Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja
-
Belajar Menghargai Pengorbanan Orang Tua dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu