Ayu Nabila | Rana Fayola R.
Usai takluk atas Bologna, AS Roma pecat Ivan Juric. (REUTERS/Alberto Lingria)
Rana Fayola R.

Pertandingan melawan Bologna adalah menjadi kali terakhir bagi Ivan Juric menduduki kursi pelatih kepala di AS Roma, salah satu klub bergengsi dalam persaingan sengit kompetisi Serie A. Ia melatih Paulo Dybala dan kolega tak sampai dua bulan lamanya.

Menyadur laporan Antara News, AS Roma terpaksa mengakui keunggulan Bologna melalui skor 2-3 di Olimpico. Laga tersebut dimainkan pada Minggu malam WIB. Dua gol milik I Giallorossi tercipta berkat brace El Shaarawy. Sedangkan trigol I Rossoblu dilesakkan oleh Santiago Castro, Orsolini, dan Karlsson.

Setelah kekalahan di markas sendiri, manajemen tim tuan rumah langsung mengambil keputusan besar dengan memecat sang pelatih, yakni Ivan Juric.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Ivan Juric atas kerja kerasnya selama beberapa minggu terakhir,” kata AS Roma dalam sebuah pernyataan resmi setelah pertandingan berakhir, Senin (11/11/2024).

Langkah baru yang diambil AS Roma memang menyakitkan, tetapi sepertinya itu adalah hal yang terbaik. Lantaran selama ditangani Juric sejak 18 September lalu, performa Roma nampak menurun dengan hanya meraih empat kali kemenangan, tiga kali ditahan imbang, lima kali menelan kekalahan dari 13 laga yang dijalani.

Mirisnya, AS Roma bahkan lebih banyak kebobolan daripada mencetak gol. Catatan tersebut membuat mereka baru bisa menduduki peringkat ke-12 klasemen sementara Serie A 2024-2025.

Dia sudah bisa memegang tim dalam kondisi sulit secara profesional, dan untuk itu kami bersyukur. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan,” sambungnya.

Adapun pelatih anyar pengganti Ivan Juric akan segera dicari selama jeda internasional ini. Roberto Mancini yang hengkang dari kursi kepelatihan Timnas Arab Saudi disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk menangani AS Roma.

Pep Guardiola Bisa Bernasib Serupa?

Tak hanya Ivan Juric, Manchester City yang ada dibawah asuhan pelatih Pep Guardiola pun tengah mengalami masa-masa sulit. Juara bertahan Premier League itu menelan empat kekalahan berturut-turut, terakhir ditaklukkan Brighton dengan skor 1-2 di Stadion Amex.

Sebelumnya mereka harus mengakui ketangguhan Tottenham dann Bournemouth dalam pertandingan liga, juga dikalahkan Sporting CP dalam panggung Liga Champions. Kekalahan-kekalahan tersebut membuat City semakin jauh dari jangkauan Liverpool yang memuncaki klasemen sementara.

Bukan tak mungkin nantinya Pep Guardiola juga harus berpisah lebih cepat dari The Citizens. Apalagi kini tagar yang meminta Pep untuk hengkang pun sempat ramai digunakan warganet. Lantas, akankah manajemen Manchester City sama tegasnya dengan AS Roma? Tentu menarik dinantikan keputusannya.

BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE