Jelang ajang Piala AFF 2024, selain saling menintip kekuatan, masing-masing pihak pun melakukan perang urat syaraf. Hal ini disampaikan oleh mantan kapten timnas Indonesia yang kini merumput di Port FC, Thailand.
Dalam ucapannya, Asnawi mengatakan bahwa sekarang mudah bagi Indonesia untuk mengalahkan Vietnam. Salah satu di antaranya keberadaan pemain naturalisasi di dalamnya.
“Asnawi, pemain yang sudah berkali-kali menghadapi Vietnam, menegaskan, saat ini Indonesia bisa menang mudah melawan Golden Star Warriors,” tulis soha.vn, Selasa (26/11/2024).
Ucapan yang bernada sombong ini bukannya tanpa dasar. Dalam 2 tahun terakhir dominasi Vietnam sebagai King ASEAN telah tergusur. Salah satu sosok penggusur itu adalah Indonesia.
Situasi berbeda terjadi beberapa tahun yang lalu. Di bawah asuhan Park Hang-seo, Vietnam tampil mengerikan di mata negara ASEAN lainnya. Indonesia termasuk negara yang menjadi korban keganasan Vietnam.
Namun kini semua berbeda. Noda paling pahit Vietnam dari Indonesia saat keduanya berhadapan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga. Di stadion kebanggaan mereka, My Dinh Stadium, Jay Idzes dan kawan-kawan membantai Vietnam dengan skor telak, 3-0.
Apa yang diucapkan Asnawi Mangkualam ternyata ditanggap dingin oleh medi Vietnam. Mereka tampak meragukan apa yang dikatakan Asnawi Mangkualam.
“Namun yang pasti ambisi mereka akan semakin sulit terwujud dibandinghkan sebelumnya karena skuad Indonesia peserta Piala ASEAN 2024 sebagian besar adalah pemain U22, dengan 23/33 nama di daftar penyisihan belum pernah bermain untuk timnas,” pungkas soha.vn.
Keraguan inilah yang diangkat oleh media Vietnam. Sebagian nama dalam tim yang dipanggil Shin Tae-yong untuk pemusatan Latihan adalah nama-nama baru. Sehingga pengalaman mereka berlaga membela timnas masih sangat minim.
Situasi ini dianggap akan menjadi faktor utama yang bisa dimanfaatkan Vietnam untuk mengalahkan Indonesia. Karena Vietnam dipastikan tampil dengan kekuatan terbaiknya, sebab pemain mereka sebagian besar merumput di tanah air.
Namun menilik 32 nama yang dipanggil, sikap mengecilkan media Vietnam dapat menjadi boomerang. Sebab dari 33 nama tersebut akan mengerucut menjadi 23 nama. Dapat dipastikan Shin Tae-yong akan memilih nama-nama yang pernah membela timnas walaupun mungkin di kelompok umur.
Jika mereka dipadukan dengan beberapa pemain senior yang ada, kekuatan Indonesia tetap akan menakutkan bagi Vietnam. Dan tropi Piala AFF 2024 pasti tetap menjadi target Shin Tae-yong.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
Artikel Terkait
-
Kembali Bertemu Vietnam, Ini Peluang Indonesia Lolos Fase Grup AFF Cup 2024
-
Ragnar Oratmangoen ke Media Belanda: Mimpi ke Piala Dunia itu...
-
Timnas Putri Indonesia Segel Tiket Semifinal AFF Wanita usai Bekuk Malaysia
-
Awas PSSI! Pemain Keturunan Ini Bisa Lepas dari Incaran, Mulai Dapat Pengakuan di Liga Belanda
-
Pahlawan Kemenangan Atas Malaysia, Claudia Scheunemann Persembahkan Gol untuk Sosok Ini
Hobi
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?