Jalan terjal bakal ditempuh oleh Skuat Garuda Nusantara, Timnas Indonesia U-20 di turnamen Piala Asia pada pertengahan bulan Februari 2025 ini.
Tergabung di grup C, anak asuh Indra Sjafri tersebut bakal berhadapan dengan tim-tim raksasa sepak bola Asia sekelas Iran dan Uzbekistan, serta satu tim liat lainnya dari kawasan Asia Barat, Yaman.
Melihat konstelasi grup C yang begitu ketat, tentunya sebagai penggemar Timnas Indonesia kita terpantik penasaran terkait dengan langkah Dony Tri Pamungkas di turnamen nanti.
Bakal berhadapan dengan dengan tim-tim sekuat Iran dan Uzbekistan, tentu akan muncul sebuah pertanyaan mengenai peluang tim ini, apakah bisa melaju jauh, minimal ke putaran berikutnya, ataukah harus pulang cepat karena kalah bersaing?
Jika melihat lawan-lawan yang akan dihadapi oleh Pasukan Muda Merah Putih di turnamen nanti, tentunya kita harus realistis. Meskipun peluang untuk melangkah sejauh-jauhnya masih terbuka sangat lebar, namun hal itu tentunya memerlukan perjuangan yang keras, atau bahkan ekstra keras.
Melawan Iran dan Uzbekistan, menargetkan kemenangan adalah sebuah hal yang diperbolehkan. Namun perlu diingat, dua tim ini secara level permainan masih sedikit berada di atas Timnas Indonesia saat ini, sehingga sangat berat untuk bisa sekadar meraih poin dari mereka.
Iran maupun Uzbekistan merupakan tim yang cukup mapan di kancah persepakbolaan Asia, dan selalu saja tampil stabil dalam setiap turnamen. Sangat berbeda dengan Indonesia yang cenderung tampil fluktuatif dan terkesan naik turun dari satu turnamen ke turnamen lainnya.
Jadi, meskipun mencuri poin masih terbuka lebar saat menghadapi keduanya, namun kemenangan merupakan sebuah hal yang nyaris mustahil jika kita berpijak dari analisis yang realistis.
Mungkin satu poin dari masing-masing lawan ini, akan menjadi sebuah pencapaian yang cukup bagus bagi Iqbal Gwijangge dan kolega.
Sementara satu lawan lainnya, yakni Yaman, secara kualitas memiliki level permainan yang setara dengan Indonesia.
Kans untuk menang saat melawan Yaman terbuka sangat lebar, asalkan di turnamen nanti Indra Sjafri dan pasukannya tak bermain seperti saat melawan Yordania dan Suriah di Mandiri U-20 Challenge Series 2025 kemarin.
Dengan asumsi 3 poin dari Yaman, dan tambahan dua poin dari masing-masing laga melawan Iran dan Uzbekistan, sejatinya kans Pasukan Garuda Muda untuk melaju ke fase berikutnya terbuka lebar.
Namun, jika nantinya pasukan muda ini justru bermain flop, menduduki peringkat ketiga adalah sebuah hal yang cukup logis, dan syukur-syukur tidak menduduki posisi juru kunci klasemen.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Siapa Mahyadi Panggabean? Eks Timnas Indonesia yang Sudah Pensiun, tapi Kembali Bermain
-
Shin Tae-yong: Apa Tujuanmu Ingin Hancurkan Kehormatan yang Telah Sepak Bola Indonesia dan Saya Raih?
-
Shin Tae-yong Ngamuk: Media Indonesia Masih Menyebarkan Cerita yang Tidak Benar!
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Main di Liga 3, Kariernya Tak Terduga
-
Pelatih Elkan Baggott: 5 Menit yang Buruk, Jujur...
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!
-
Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan
-
Mengupas 'Emanon', Manga Sci-Fi Santai yang Bikin Overthinking Soal Makna Kehidupan
-
Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama
-
Nasib Tragis The Transporter: Ditinggal Jason Statham, 2 Aktor Penggantinya Gagal Total!