Awal bulan Januari 2025 lalu, PSSI membuat sebuah keputusan yang tidak populer dengan memecat pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Setelah beberapa waktu berdiam di Indonesia, mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu pun pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke negara asalnya, Korea Selatan pada pertengahan akhir bulan Januari kemarin.
Namun sayangnya, meskipun tak lagi menjabat sebagai nakhoda Timnas Indonesia, pelatih yang sukses memulangkan Jerman di gelaran Piala Dunia 2018 tersebut masih saja harus menghadapi beragam isu yang tak sedap.
Shin Tae-yong yang secara resmi sudah tak berstatus sebagai pelatih Pasukan Merah Putih, justru kerap dijadikan bahan gorengan dari pihak-pihak yang coba untuk melegitimasi keputusan mereka mendepak sang pelatih.
Merangkum dari laman Suara.com, pasca dipaksa untuk meletakkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong langsung saja dihantam dengan beragam isu negatif.
Mulai dari kendala bahasa, kemudian tak kondusifnya ruang ganti pemain, kebijakannya yang otoriter ketika melatih, hingga yang terbaru, menyewa para pendengung untuk kepentingan pribadinya, silih berganti menerpa dirinya.
Beragam isu miring ini tentunya sangat disayangkan. Karena seolah menafikan segala raihan yang dicapai oleh sang pelatih saat membesut Pasukan Merah Putih, pun juga terkesan sebagai sebuah upaya untuk membunuh karakter salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki oleh Timnas Indonesia ini.
Entah apa maksud dari isu-isu yang dikembangkan itu, namun hal tersebut tentu saja menjadi sebuah preseden negatif bagi persepakbolaan Indonesia secara umum dan bisa menimbulkan kesan buruk terhadap Indonesia di dunia internasional.
Alasannya jelas, ketika negara-negara lain mengakui kinerja dan capaian STY bersama skuat Garuda, federasi sepak bola Indonesia atau dalam hal ini PSSI, justru memperlihatkan sikap yang sama sekali tak menghargai sang pelatih.
Selain tak terlihat mengantar kepulangan sang pelatih ke Korea Selatan, hingga detik ini mereka masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait musabab sang pelatih diberhentikan.
Bahkan, PSSI yang seharusnya menjadi rujukan utama informasi terkait polemik pergeseran pelatih ini, justru terkesan membiarkan isu-isu negatif berhembus ke sang mantan pekerjanya itu.
Dan yang lebih ironis lagi adalah, ada pula pihak-pihak dalam tubuh federasi yang terang-terangan menunjukkan sikap masa bodoh dengan kabar tak jelas ini, bahkan melontarkan pernyataan yang menyudutkan STY, hingga mencoba memperburuk citra sang pelatih.
Ah, semoga saja semua polemik ini bisa segera berakhir, sehingga tak ada lagi dikotomi dalam mendukung Timnas Indonesia untuk meraih prestasi di pentas internasional.
Dan lagi, semoga saja tak ada lagi upaya-upaya pembunuhan karakter STY yang sudah berlapang dada untuk menerima keputusan sepihak dari PSSI.
Baca Juga
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Artikel Terkait
-
STY Gunakan Buzzer? Sebuah Tudingan Tendensius yang Berbalik dengan Kondisi Lapangan
-
2 Pemain Andalan Si Nyonya Tua Lagi Gak Betah saat Jay Idzes Mau ke Juventus
-
Timnas Indonesia Potensi Diperkuat 4 Pemain Keturunan Baru, No.1 Segera WNI
-
3 Nama Pelatih yang Berpeluang Gantikan Posisi Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20, Siapa Saja?
-
Menakar Peluang Tim Geypens dan Dion Marx Ditarik Kluivert ke Timnas Indonesia
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Belanda: De Oranje Incar Pesta Gol dan Puncak Grup F
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Jepang vs Swedia: Duel Penentu Grup F, Samurai Biru Bidik Puncak Klasemen
-
Fenomena Kiper 'Pahlawan' di Piala Dunia 2026: Dari Fase Grup Langsung Dilirik Klub Elite
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
Terkini
-
Saat Jam Tidur Dilonggarkan: Nostalgia Masa Kecil Menonton Piala Dunia dengan Keluarga
-
5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!
-
Jika Gaji Rp 8 Juta Masuk Kategori MBR, Apa Kabar Karyawan yang Mentok UMR?
-
4 Pilihan Cushion Mini, Solusi Praktis Touch-Up di Mana Saja
-
Mahasiswa Demo Atas Nama Rakyat: Tapi Rakyat yang Mana?