Kabar yang cukup mengejutkan datang dari salah satu pemain timnas Indonesia, Jay Idzes. Melansir dari akun instagram @perspectivefootball.id, kapten timnas Indonesia tersebut dikabarkan tengah dipantau oleh salah satu klub raksasa liga Italia, Juventus. Kabar ini sendiri berhembus beberapa waktu lalu usai tim berjuluk “La Vecchia Signora” tersebut gagal mendatangkan bek asal klub RC Lens, Kevin Danso.
“Juventus dikabarkan gagal bernegosiasi dengan Kevin Danso dari RC Lens dan kini sedang bernegosiasi dengan Venezia untuk Jay Idzes!,” tulis akun instagram @perspectivefootball.id.
Kabar diminatinya pemain berusia 24 tahun ini kemudian ditanggapi langsung oleh klubnya, yakni AC Venezia. Bahkan, klub yang berdomisili dari kota Venezia tersebut dilaporkan tengah memasang harga yang cukup tinggi untuk bek jangkung berpostur 190 cm tersebut, yakni sekitar 20 juta Euro atau sekitar 300 milyar rupiah jika dikalkukasikan.
“Kabarnya Venezia mematok €20 juta atau setara Rp 300 miliar untuk kapten Indonesia tersebut!” tulis akun instagram @perspectivefootball.id.
Rumor ini sendiri memang kembali berhembus usai Jay Idzes tampil impresif di Serie A liga Italia musim 2024/2025. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, bek yang memiliki garis keturunan Belanda-Indonesia tersebut hampir tak pernah absen di lini belakang klub AC Venezia selama paruh pertama musim 2024/2025 ini. Bahkan, dirinya juga menjabat sebagai kapten ke-3 dari klub tersebut.
Pindah ke Juventus, Menit Bermain Jay Idzes Akan Kian Bertambah?
Rumor diminatinya Jay Idzes oleh klub raksasa Italia, Juventus memang tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, di awal musim 2024/2025 lalu, Jay Idzes sendiri juga sempat dirumorkan diminati beberapa klub papan tengah dan papan atas Serie A seperti Torino, Inter Milan dan AC Fiorentina. Namun, sejauh ini hanya Torino saja yang melakukan penawaran resmi kendati pada akhirnya mengalami kegagalan.
Kini, dengan diminatinya Jay Idzes oleh Juventus, bukan tak mungkin peluang kapten timnas Indonesia tersebut untuk mendapatkan menit bermain di klub akan kian bertambah. Pasalnya, Juventus merupakan salah satu tim langganan liga Champions Eropa atau UEFA Champions Leage yang merupakan kasta tertinggi liga sepakbola antar klub di benua Eropa.
Selain bermain di Serie A dan Coppa Italia, Jay Idzes tentunya bisa merasakan bermain di UEFA Champions League yang tentunya baik untuk jam terbangnya. Pada akhirnya pengalamannnya tersebut akan berimbas juga ke timnas Indonesia.
Baca Juga
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Artikel Terkait
-
Bertemu Patrick Kluivert dan Staf Pelatih Timnas Indonesia, Zulkifli Syukur: Alhamdulillah...
-
Timnas Indonesia Naturalisasi Pemain Lagi, Legislator Singgung Ancaman untuk Lokal Pride
-
Terbongkar! Naturalisasi Ole Romeny Bukan untuk Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026!
-
Kelas! Asnawi Bersama Port FC Kalahkan Raksasa Sepak Bola di Liga Thailand
-
Ingin Dibajak Juventus dari Venezia, Jay Idzes: Bertahan Selamanya...
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?