Timnas Indonesia U-20 sesaat lagi akan menghadapi Iran di laga perdana grup C ajang Piala Asia U-20 2025. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), skuad garuda U-20 dijadwalkan akan menghadapi Iran pada tanggal 13 Februari 2025 mendatang di Shenzhen Youth Football Training Base Centre Stadium, Shenzhen, Republik Rakyat Cina.
Laga kontra Iran nanti tentunya akan menjadi cukup penting bagi Jens Raven dkk. Pasalnya, raihan poin kontra negara yang telah menjuarai ajang Piala Asia U-20 sebanyak 4 kali tersebut akan mempermudah langkah skuad garuda U-20 lolos ke babak selanjutnya. Selain itu, ada 3 hal yang tentunya perlu diperhatikan oleh timnas Indonesia U-20 jelang laga kontra Iran nanti. Berikut adalah ulasannya!.
1. Evaluasi di Sektor Tengah dan Belakang
Dalam 3 laga uji coba sebelum gelaran Piala Asia U-20, timnas Indonesia menelan hasil buruk dengan 2 kekalahan dan 1 kali kemenangan. Ironisnya, 2 kekalahan yang diraih oleh Dony Tri Pamungkas dkk diperoleh saat menghadapi Jordania dan Suriah, serta 1 kemenangan saat menghadapi India.
Di sisi lain, dalam 3 laga uji coba tersebut, sektor tengah dan belakang timnas Indonesia U-20 dirasa perlu mendapatkan evaluasi dari banyak pihak karena sering melakukan kesalahan sendiri. Hal ini tentunya perlu segera dibenahi oleh timnas Indonesia U-20 guna meminimalisir kesalahan yang justru bisa merugikan tim nantinya.
2. Rekor Pertemuan dengan Tim Timur Tengah Kurang Baik
Rekor timnas Indonesia U-20 saat jumpa tim-tim dari timur tengah memang cukup buruk. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, dari 3 laga yang dilalui saat jumpa tim timur tengah, Indonesia menelan 2 kekalahan dan 1 hasil imbang. Hal ini mengindikasikan memang timnas Indonesia U-20 secara peta kekuatan masih belum bisa mengimbangi tim-tim dari kawasan timur tengah. Namun, hal ini bukan menjadi sebuah alasan untuk minder dan inferior saat menghadapi Iran nantinya.
3. Kurangi Terlalu Bergantung Kepada 1-2 Pemain
Dalam 3 laga uji coba yang dilalui, timnas Indonesia U-20 dirasa terlalu bergantung kepada beberapa nama pemain sebagai ujung tombak permainan. Hal ini sejatinya bisa memberikan dampak yang kurang begitu baik untuk psikologis tim dan taktik pelatih. Tentunya jika pemain yang diandalkan tersebut tak dapat bermain dapat memberikan efek negatif kepada skuad. Oleh karena itu, timnas Indonesia perlu mengurangi terlalu bergantung kepada 1-2 pemain saja di atas lapangan.
Nah, itulah 3 hal yang perlu diperhatikan oleh skuad timnas Indonesia U-20 jelang laga kontra Iran.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Maarten Paes Dapat Ancaman dari Kiper 1,87 Meter, Sudah Ngobrol dengan Asisten Pelatih Timnas Indonesia
-
Kode Keras Ramadhan Sananta untuk Kluivert, Statistiknya Bikin Kesengsem?
-
Australia Dihantam Badai Cedera, Kans Timnas Indonesia Kalahkan Mereka Tetaplah Berat!
-
Head To Head Timnas Indonesia vs Timnas Iran di Piala Asia U-20 2025, Misi Balas Dendam 50 Tahun Lalu
-
Bintang Liga Inggris Hingga Italia, 7 Pemain Timnas Australia Cedera Parah Jelang Lawan Timnas Indonesia
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik