Indonesia bersiap melakoni laga di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) 2025 pada Jumat (14/02/2025) di Gimnasium Conson, Qingdao, China. Kali ini tim Indonesia akan menghadapi Taipei demi berebut tiket menuju semifinal.
Di partai pertama nomor ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti bakal membuka laga ini. Dejan/Fadia bakal melawan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang.
Secara peringkat, Dejan/Fadia memang masih tertinggal karena baru saja berduet pada awal tahun ini. Namun, jika melihat performa sejauh ini di beberapa pertandingan, bisa dikatakan Dejan/Fadia akan mampu mengimbangi ganda Taipei.
Partai kedua akan mempertandingkan nomor tunggal putra antara Alwi Farhan dan Lee Chia Hao. Hitung-hitungan statistik berdasar head to head sementara Alwi tertinggal 1-3, termasuk kekalahan di turnamen terakhir Taipei Open 2024.
Dari sektor tunggal putri, peluang Indonesia mencuri poin bergantung pada performa Putri Kusuma Wardani saat melawan Sung Shuo Yun nanti. Terlebih Putri KW unggul head to head 3-2 atas tunggal putri Taipei tersebut. Tentu besar peluang Putri KW bisa menang kali ini.
Jika tim Indonesia gagal merampungkan laga dalam tiga partai, maka partai keempat antara Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan Liu Kuang Heng/Wang Chi Lin bakal terjadi. Harapannya Indonesia bisa amankan poin ini meski berpeluang terlibat laga sengit.
Jika kembali berimbang, maka laga penentu di partai kelima nomor ganda putri harus dipertandingkan. Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti pun berpotensi melawan Hung En Tzu/Teng Chub Hsun.
Line Up Indonesia vs Taipei di Perempat Final BAMTC 2025
Match 1
– Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang
Match 2
– Alwi Farhan vs Lee Chia Hao
Match 3
– Putri Kusuma Wardani vs Sung Shuo Yun
Match 4
– Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin vs Liu Kuang Heng/Wang Chi Lin
Match 5
– Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Hung En Tzu/Teng Chub Hsun
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jebakan Dunia Filter: Kenapa Gen Z Sulit Lepas dari Obsesi Validasi Digital?
-
Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?
-
Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak
-
Bukan Sekadar Alat Bantu, Mengapa AI Justru Jadi Ancaman Eksistensial bagi Profesional Muda?
-
Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor
Artikel Terkait
-
Prabowo Kumpulkan Elite KIM di Hambalang: Zulhas Cs Kompak Nebeng Motor, Rombongan NasDem dan PKB Naik Bus
-
Ucapan Pelatih Iran Ini Bisa Bikin Indra Sjafri Senyum-senyum Tipis
-
Manfaat Lifelong Learning Bagi Anak Indonesia: Lebih dari Sekadar Pendidikan Akademik
-
Bio Instagram Indra Sjafri Jadi Olok-olok Publik: Haus Validasi!
-
Dihantam Iran di Laga Pembuka, Indra Sjafri Alami Deja Vu Piala Asia U-19 Tahun 2014
Hobi
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
-
Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Arc Raiders dan The Finals Resmi Diadaptasi Jadi Film dan Serial TV
-
Google dan Unity Siapkan AI untuk Bikin Game Tanpa Perlu Banyak Coding
Terkini
-
Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam
-
Keanekaragaman Hayati Diajarkan di Kelas, Dihancurkan di Dunia Nyata
-
Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga
-
Ghost in the Shell Umumkan Proyek Anime Baru, Science SARU Kembali Produksi
-
Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini