Keberadaan Jay Idzes yang bersedia membela Timnas Indonesia adalah salah satu nikmat yang harus selalu disyukuri. Bek jangkung yang mentas dalam panggung megah Serie A itu telah menjadi kapten pasukan Merah Putih sejak periode putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jay yang memiliki darah keturunan Indonesia dari sang kakek telah resmi berpindah kewarganegaraan pada Kamis (28/12/2023) lalu. Sudah nyaris dua tahun ia mengabdikan diri untuk skuad Garuda kebanggaan kita semua.
Debut perdana bersama Timnas saat menjamu Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), dalam rangka putaran kedua kualifikasi. Sejak itu, dirinya selalu dipercaya menjadi starter dan menjadi pilar penting bagi barisan belakang.
Duetnya bersama Rizky Ridho dan Justin Hubner di laga terakhir, yakni ketika menaklukkan Bahrain kemarin turut mencuri perhatian. Pemain kunci Venezia FC tersebut memegang peran yang krusial di jantung pertahanan Timnas Indonesia.
Lebih lengkap, berikut 3 alasan mengapa kita harus bersyukur karena Timnas Indonesia diperkuat oleh seorang Jay Idzes:
1. Postur Sempurna, Dilengkapi Kedewasaan dan Ketenangan Berkelas
Dengan tinggi badan berkisar 191 cm, tentu memungkinkan Jay Idzes untuk memenangi duel udara yang penting. Kedewasaan bermain maupun kemampuannya membaca suasana permainan di atas lapangan digadang-gadang turut jadi alasan mengapa ia layak mengemban status sebagai kapten tim.
Bukan hanya saat berseragam Timnas Indonesia, pemain kelahiran 2 Juni 2000 itu juga turut dipercaya sebagai kapten saat memperkuat Venezia FC di Serie A. Berbekal skill yang terus diasah dari waktu ke waktu, Jay pun kini tengah santer diberitakan menjadi target sejumlah klub papan atas Liga Italia.
Merujuk Antara News, salah satu raksasa Lo Stivale yang tertarik pada sang pemain adalah Inter Milan. Setelah kemenangan atas Bahrain hari Selasa (25/3/2025), ia hanya melempar senyum saat diminta menanggapi rumor tersebut.
“Saya sangat senang dengan hasil malam ini. Mari tetap fokus pada timnas. Terima kasih,” ungkapnya.
2. Mentalitas Pantang Menyerah
Sebagai kapten di atas lapangan, Jay Idzes jelas memiliki mentalitas petarung yang tak perlu diragukan lagi. Pemain itu selalu menunjukkan rasa optimisme dalam menatap setiap pertandingan yang ada di depan mata.
Kerap melintas di berbagai sosial media tentang bagaimana Jay yang selalu berupaya meningkatkan semangat para penggawa skuad Garuda agar tetap membara. Apalagi dalam perjalanan panjang kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga ini.
Timnas Indonesia dihadapkan pada lawan-lawan tangguh yang secara ranking FIFA jauh di atas pasukan Merah Putih sendiri. Tentu segi mental adalah salah satu kekuatan yang wajib dijaga oleh setiap pemain.
3. Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Memperkuat Timnas Indonesia, artinya juga mencintai segala hal yang ada di Nusantara. Bukan hanya dari aspek persepakbolaan, melainkan juga seluruh masyarakat, budaya, hingga bahasa. Hal tersebut dimiliki oleh seluruh pemain keturunan yang saat ini berseragam Merah Putih.
Meskipun mereka harus melewati proses panjang naturalisasi, tetapi jiwa nasionalisme di dalam diri Jay Idzes CS tak perlu dipertanyakan lagi. Melansir suara.com, baru-baru ini Jay tengah menjadi sorotan karena aksinya saat melawan Bahrain.
Kini bukan tentang bagaimana Jay tampil solid dalam formasi trio bek pilihan staf kepelatihan, tetapi ia nampak memberikan instruksi kepada rekannya menggunakan bahasa Indonesia. Momen tersebut terjadi pada penghujung babak kedua.
Skuad Garuda hanya menyisakan sembilan pemain di atas lapangan usai Ricky Kambuaya terpaksa menepi karena kepalanya terkena bola. Situasi sempat berubah chaos, apalagi Indonesia harus menjaga keunggulan 1-0 atas Bahrain.
Mau tak mau, Patrick Kluivert pun meminta anak asuhannya untuk tampil bertahan dengan formasi 5-3-1. Ia memberikan arahan tersebut menggunakan bahasa Belanda. Namun ketika meneruskan kepada teman-temannya, Jay Idzes menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
“Lima, tiga, satu (5-3-1),” teriak Jay Idzes yang cuplikan videonya beredar di berbagai media sosial.
Menyala, Bang Jay!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Piala Dunia 2026 Datang, Waktunya UMKM Panen Cuan Gila-gilaan dari Nobar!
-
Review Drama Korea The Legend of Kitchen Soldier: Saat Dapur Jadi Medan Perang
-
Piala Dunia 2026: Format dan Harapan Baru, Tim Underdog Bakal Beri Kejutan?
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Shin Tae-yong Kembali Latih Timnas Indonesia
-
Dikaitkan dengan Jennifer Coppen, Justin Hubner: Saya Selalu Memberikan Semua
-
CEK FAKTA: Maarten Paes Dicoret dari Timnas Indonesia?
-
Dear Patrick Kluivert! Ultras Garuda: Kami di Belakangmu, Coach
-
Resmi Dipecat Irak, Inilah 3 Komentar Respect Jesus Casas Terhadap Timnas Indonesia
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia