Kemenangan 1-0 timnas Indonesia atas Bahrain di matchday ke-8 babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 zona Asia beberapa waktu lalu ternyata masih memiliki cerita lain yang tak sepenuhnya diungkapkan kepada publik. Melansir dari laman berita suara.com (03/04/2025), manajer timnas Indonesia, Sumardji menyebut beberapa pemain timnas Indonesia cukup mengeluh dengan taktik yang diterapkan oleh Patrick Kluivert, khususnya saat laga melawan Australia yang mengakibatkan skuad garuda kalah 5-1 di Sydney, Australia.
“Beberapa pemain curhat ke saya, menyampaikan pada saya bahwa Total Football kan harus nyerang, nyerang, nyerang, (stamina terkuras) sudah pasti, kalau bilang begitu 90 menit harus maju terus,” ujar Sumardji melalu kanal youtube TvOne.
Sontak, hal ini cukup memberikan problematika mengenai taktik yang diterapkan saat laga kontra Australia yang digelar pada tanggal 20 Maret 2025 lalu apakah benar-benar keliru? Pasalnya, timnas Indonesia dalam laga kontra Australia kemarin harus tertinggal 3-0 di babak pertama sebelum mengakhiri laga dengan skor akhir 5-1.
Beberapa pihak juga memberikan kritik mengenai taktik yang diterapkan oleh Patrick Kluivert dalam laga tersebut. Patrick Kluivert yang dikenal memiliki strategi Total Football ala sepakbola Belanda ternyata tak mampu menerapkan pola sepakbola menyerang yang cukup legendaris tersebut saat menukangi timnas Indonesia. Alhasil, di laga debutnya kontra Australia timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak dengan skor 5-1.
Staf Pelatih Perlu Memahami dan Membangun Pola Permainan Tim
Kendati hancur lebur saat menghadapi Australia di laga matchday ke-7, staf kepelatihan timnas Indonesia segera berbenah saat laga melawan Bahrain beberapa hari kemudian di Stadion Gelora Bung Karno. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), taktik yang sebelumnya menggunakan pola 4-3-3- kemudian dikembalikan lagi ke formasi 3-4-3 yang notabene merupakan formasi pakem timnas Indonesia selama 5 tahun terakhir.
Uniknya, Patrick Kluivert justru menggunakan formasi 3-4-3 yang kerap digunakan oleh Shin Tae-yong saat melatih timnas Indonesia sebelumnya. Namun, perbedaannya adalah dalam taktik Patrick Kluivert yang diterapkan ke timnas Indonesia kali ini peran striker tak terlalu jauh turun ke bawah dan lebih bergerak dinamis di sektor depan. Alhasil, timnas Indonesia menang dengan skor tipis 1-0 melalui gol semata wayang dari Ole Romeny.
Hal ini tentunya menjadi sebuah bukti karena pola sepakbola menyerang secara frontal benar-benar tak cocok dengan pola permainan dan filosofi sepakbola Indonesia. Timnas Indonesia memang lebih cocok memainkan pola permainan defensive atau bertahan sembari menunggu momen untuk melakukan serangan balik cepat ke lini pertahanan lawan yang sudah kosong dikarenakan fokus menyerang.
Sepertinya hal inilah yang sempat terlewat dari pengamatan Patrick Kluivert saat melatih timnas Indonesia. Terlalu terburu-buru menerapkan pola permainan Total Football yang memerlukan stamina ekstra jelas membuat banyak pemain cepat lelah dan kurang fokus saat laga kontra Australia. Bahkan, 3 dari 5 gol yang dicetak oleh Australia saat melawan Indonesia terjadi karena kelengahan pemain timnas Indonesia sendiri.
Tentunya Patrick Kluivert selaku pelatih memang masih perlu menemukan formula yang lebih tepat untuk memahami filosifi sepakbola Indonesia saat ini. Permainan menyerang secara terbuka dan sedikit mengabaikan lini pertahanan bisa menjadi ‘senjata makan tuan’ bagi skuad garuda. Hal ini tentunya cukup terbukti saat melawan Australia yang membuat gawang dari Maarten Paes kebobolan sebanyak 5 gol.
Kini, diharapkan Patrick Kluivert dan staf kepelatihan timnas Indonesia lebih bijak dalam mengambil taktik permainan tergantung dari lawan yang tengah dihadapi saat laga-laga selanjutnya. Timnas Indonesia sendiri kini memerlukan minimal 3 poin lagi untuk bisa mengamankan posisi ke-3 atau ke-4 klasemen grup C sebelum menatap laga di babak round 4.
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
Pesan Erick Thohir ke Timnas Indonesia U-17: Bawa Garuda ke Panggung Dunia
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
Ole Romeny Cetak Sejarah Baru 2 Kali Debut Timnas Indonesia
Hobi
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
-
Tak Lagi Harmonis, 2 Pembalap Aprilia Perang Dingin Sejak GP Hungaria
Terkini
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober
-
Senna: Drama Biografi yang Menghidupkan Kembali Sang Legenda Formula 1
-
Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal
-
5 Rekomendasi HP Rp5 Jutaan: Performa Ngebut, Kamera Jernih, dan Memori Lega