Kedatangan Patrick Kluivert untuk menduduki jabatan pelatih Timnas Indonesia secara tak langsung memang ditujukan agar menarik minat para pemain keturunan yang berlaga di kompetisi bergengsi. Joey Pelupessy jadi salah satu bukti nyata.
Setelah Kluivert ditunjuk sebagai suksesor Shin Tae-yong di kursi kepelatihan skuad Garuda, sudah ada tiga pemain anyar yang langsung bergabung dengan pasukan Merah Putih. Selain Joey, dua nama lainnya adalah Dean Ruben James dan Emil Audero Mulyadi.
Belum lama ini, Joey terang-terangan membagikan momen saat dirinya mendapatkan tawaran langsung oleh Kluivert. Hal tersebut diungkap saat dirinya menghadiri wawancara di podcast kanal YouTube sesama penggawa Timnas Indonesia, yakni The Haye Way.
Rupanya mantan ujung tombak Barcelona itu melakukan kontak kepada Joey Pelpessy sejak pertengahan atau akhir Januari 2025 kemarin. Ini bertepatan dengan Joey yang baru saja merapat ke Lommel SK, sebuah klub divisi dua Liga Belanda.
“Semuanya terasa berjalan cepat bagi saya,” ungkapnya.
Namun, ternyata pertemuan keduanya di Timnas Indonesia bak reuni. Lantaran ketika Joey memperkuat Jong Twente atau tim usia muda FC Twente di Liga Belanda, Kluivert kala itu bekerja sebagai pelatih.
“Saya sudah kenal dengannya. Ia pelatih saat di usia muda saat bersama FC Twente. Saat itu kami juara bersama. Saya mengenalnya cukup baik, bukan karena kami sering berbicara. Tetapi saat Groningen berpromosi, dia mengirimkan ucapan selamat,” jelas Joey.
Kepada Thom Haye, pemain berusia 31 tahun tersebut juga membagikan pandangan tentang kepribadian Patrick Kluivert yang menurutnya baik dan rendah hati. Kemudian pendapat ini tetap sama ketika mereka bertemu kembali di tubuh skuad Garuda.
Kluivert dinilai tetap menjadi sosok yang hangat, rendah hati, dan dekat dengan para pemainnya. Selain pria yang baik, ia juga dipandang sebagai pelatih yang besar.
Joey menambahkan, “Saya teringat saat masih di FC Twente U-21, semua yang dia katakan kami percaya karena dia memang pelatih besar. Namun sebagai pribadi, dia tidak pernah berubah. Saya tidak menemukan hal negatif apapun tentangnya.”
Melihat awal karier Joey Pelupessy bersama Timnas Indonesia, ia digadang-gadang bakal menjadi salah satu tumpuan penting dalam pertandingan-pertandingan yang akan datang. Apalagi mengingat bagaimana pergerakan cair Joey bersama penggawa skuad Garuda lainnya di laga debut melawan Bahrain.
Penampilan tenangnya mampu membuat permainan Indonesia tetap seimbang. Joey yang pernah memperkuat Timnas Belanda U-16 hingga U-20 memulai debut bersama Merah Putih pada 25 Maret lalu. Turun sebagai starter, ia diduetkan dengan Thom Haye, Calvin Verdonk, serta Kevin Diks untuk mengatur bola di lini tengah.
Sempat Diragukan, Patrick Kluivert Selangkah Demi Selangkah Buktikan Diri
Masih hangat dalam ingatan tentang huru-hara yang muncul setelah pergantian pelatih dilakukan secara tiba-tiba. Gelombang protes dan penolakan adalah satu hal yang tak terelakkan. Kendati demikian, Kluivert perlahan-lahan mulai membuktikan diri, sekaligus membayar kepercayaan yang diberikan oleh federasi.
Setidaknya ia mau mencoba menurunkan ego dengan menggunakan skema permainan yang lebih dikenal pemain saat menjamu Bahrain di matchday ke-8 kualifikasi Piala Dunia 2026. Berbeda saat tandang ke markas Australia dan memainkan total football yang berakhir kebobolan telak 1-5.
Menempati urutan keempat di klasemen sementara Grup C, Timnas Indonesia masih punya kans untuk meneruskan perjuangannya. Walau tentu saja dipastikan tak akan mudah. Apalagi mengingat dua lawan terakhir yang harus dihadapi adalah China dan Jepang.
Lantas, mampukah Patrick Kluivert mengantar Indonesia mewujudkan mimpi yang sudah setengah jalan ini?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Elkan Baggott Comeback, Lini Belakang Timnas Indonesia Makin Terjamin?
-
Garuda Calling! John Herdman Kembalikan Nuansa Era Lama di Timnas Indonesia
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
Artikel Terkait
-
Sandy Walsh, Yokohama F. Marinos dan Teguran Keras Semesta Melalui Al-Nassr
-
Babak 8 Besar ACL Elite, dan Hilangnya Tuah Sandy Walsh bagi Yokohama F. Marinos
-
Cetak Gol Meliuk untuk Dewa United, Mengapa Egy Maulana Tak Bisa Melakukannya di Timnas?
-
Media Vietnam Soroti Rencana Indonesia Naturalisasi Pemain Liga Inggris
-
Bocoran Eksklusif dari Belanda: Simon Tahamata Jadi Dirtek Timnas Indonesia?
Hobi
-
Mimpi Buruk di Shanghai, Ini Alasan McLaren Tak Bisa Ikut GP China 2026
-
Juara Dunia 7 Kali Kembali! Sir Lewis Hamilton Podium Bersama Ferrari
-
Jadi Tuan Rumah GP Brasil, Ini Perjalanan Diogo Moreira Sampai di MotoGP
-
Elkan Baggott Comeback, Peluang Duet Tiang Kembar Pertahanan di Timnas?
-
Musuh Terbesar Atlet Wanita Bukan Lawan di Lapangan, Tapi Stigma dan Body Shaming!
Terkini
-
5 Ide Hampers Lebaran untuk Pria yang Bikin Hari Raya Lebih Spesial
-
Lima Sekawan Nyaris Terjebak: Tragedi Salah Target yang Berujung Petualangan Mencekam
-
Catat Tanggalnya! F4 Akan Konser Reuni di Indonesia Arena pada Mei 2026
-
The Life We Lead: Pentingnya Memahami Arti Kebahagiaan dan Tujuan Hidup
-
Agensi Cha Eun Woo Klarifikasi Terkait Pameran Foto "Afterimage" di Tokyo